Bos Qualcomm Buka-bukaan Nasib Harga HP di Tengah Kelangkaan Memori

CNN Indonesia
Jumat, 02 Okt 2026 18:23 WIB
Foto: CNN Indonesia/ Nadhira Aliya
Jakarta, CNN Indonesia --

EVP dan CMP Qualcomm Incorporated Don McGuire menyoroti kenaikan harga smartphone di tengah kelangkaan memori. Ia mengungkap alasan di balik tren meningkatnya harga tersebut.

Don menyebut, tidak dapat memprediksi apakah tren kenaikan harga smartphone akan terus terjadi akibat kelangkaan memori. Namun, ia berharap fenomena tersebut kian berkurang pada akhir 2027 atau awal 2028.

Meski demikian, menurut Don permintaan terhadap perangkat masih tinggi, terutama seiring dengan peralihan menuju era agentic AI. Oleh karena itu, Qualcomm menghadirkan sebanyak mungkin perangkat ke tangan konsumen.

"Saya tidak bisa memprediksi apakah harga akan terus meningkat. Kami berharap tidak, tetapi saya tidak bisa memprediksinya. Yang bisa saya katakan adalah kami terus melihat demand (perangkat) yang tinggi karena adanya peralihan menuju agentic AI," jelas Don dalam acara Snapdragon Partners & Media Event Indonesia 2026, Kamis (1/10).

Tren kenaikan harga ditentukan oleh sejumlah faktor, salah satunya adalah peningkatan inovasi atau fitur yang ditawarkan meliputi performa, kamera dan daya tahan baterai. Menurut dia, alasan yang menyebabkan kondisi menjadi tidak normal adalah biaya memori.

"Setiap produsen seperti Samsung, Oppo, Xiaomi atau perusahaan lainnya meluncurkan ponsel baru, mereka menentukan harga perangkat berdasarkan inovasi yang mereka hadirkan. Misalnya, kamera yang lebih baik, fitur yang mumpuni, performa yang lebih tinggi, daya tahan baterai yang lebih lama atau penggunaan material baru," jelas Don.

"Itu adalah hal yang normal dan terjadi dari tahun ke tahun di beberapa pasar, yang menyebabkan kondisi saat ini menjadi tidak normal adalah biaya memori," tambahnya.

Jika harga memori saat ini dapat melonjak hingga sekitar 10 kali lipat, kata dia, maka kondisi ini berdampak signifikan terhadap biaya produksi ponsel. Situasi seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya.

Ia menilai kondisi ini mendorong krisis atau kenaikan harga yang lebih tinggi saat ini dirasakan pasar. Namun, menurut dia, biaya memori masih menjadi faktor yang paling menentukan dalam penetapan harga ponsel dalam jangka waktu pendek.

"Ketika anomali harga tersebut terkoreksi, saya pikir kita akan kembali ke kurva harga dan biaya produksi yang normal," tutup Don.

(nad/dmi)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK