Hacker Bobol Data 8,8 Juta Orang di Sistem Pemerintah Denmark

CNN Indonesia
Senin, 05 Okt 2026 16:14 WIB
Peretas membobol sistem registrasi nasional Denmark, mengakses data pribadi 8,8 juta orang.
Ilustrasi. Peretas membobol sistem registrasi nasional Denmark, mengakses data pribadi 8,8 juta orang. (Foto: iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Hacker atau peretas membobol sistem registrasi nasional Denmark dan mengakses informasi pribadi sekitar 8,8 juta orang. Data yang diakses secara ilegal tersebut mencakup nama, alamat, serta nomor identitas yang dikenal sebagai CPR.

Kementerian Urusan Digital Denmark mengungkap insiden tersebut pada Senin (5/10). Data yang terdampak termasuk milik orang yang telah meninggal dunia atau pindah ke luar negeri.

"Pengelola registrasi nasional (CPR) menemukan bahwa pihak yang tidak berwenang memperoleh akses ilegal, khususnya terhadap nama, alamat, dan nomor CPR sekitar 8,8 juta orang yang terdaftar," tulis kementerian tersebut, dikutip dari AFP, Senin (5/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

CPR merupakan nomor jaminan sosial Denmark yang tercatat dalam sistem registrasi nasional.

Menteri Urusan Digital Denmark Christina Egelund menyebut pembobolan tersebut sebagai insiden yang sangat serius. Ia mengatakan pemerintah tengah berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk mengetahui seberapa luas dampaknya.

"Ini adalah insiden yang sangat serius," kata Egelund dalam keterangannya.

"Bersama seluruh otoritas terkait, kami sedang memetakan keseluruhan cakupan insiden ini," lanjutnya.

Jumlah orang yang datanya terdampak melampaui populasi Denmark saat ini, yakni sekitar enam juta jiwa. Namun registrasi nasional diketahui menyimpan informasi sekitar 11 juta orang, termasuk mereka yang sudah meninggal atau beremigrasi.

Menurut pemerintah Denmark, peretas masuk ke sistem registrasi nasional melalui sebuah perusahaan Denmark yang memiliki akses resmi ke basis data tersebut. Pelaku terlebih dahulu meretas perusahaan itu untuk memperoleh jalan masuk.

Pemerintah menyatakan akses perusahaan tersebut belum dicabut, tetapi penyelidikan atas insiden ini telah dimulai.

(lom)
placeholder