REVIEW GADGET

Samsung Galaxy Watch Ultra 2: Teman Sehat yang Makin Personal

CNN Indonesia
Rabu, 07 Okt 2026 18:30 WIB
Samsung Galaxy Watch Ultra 2
Samsung Galaxy Watch Ultra 2 hadir dengan desain tangguh dan fitur kesehatan lengkap. Dikenal untuk olahraga, smartwatch ini juga memantau pemulihan tubuh. (Foto: CNN Indonesia/Damar Iradat)
Jakarta, CNN Indonesia --

Samsung resmi memperkenalkan Galaxy Watch Ultra 2 pada Juli lalu sebagai penerus dari generasi pertamanya. Namun, smartwatch ini hadir bukan sekadar membawa peningkatan spesifikasi dari generasi sebelumnya.

Lebih dari itu, Galaxy Watch Ultra 2 membawa ambisi menjadi jam tangan pintar yang dapat dipakai untuk kebutuhan sehari-hari, tapi tetap dapat diandalkan untuk berbagai aktivitas olahraga hingga berpetualang di luar ruangan.

Perangkat ini dirancang sebagai smartwatch premium untuk olahraga intens dan aktivitas outdoor, dengan bodi tangguh serta sejumlah fitur yang ditujukan bagi pengguna yang lebih aktif. Dengan harga Rp10,499 juta, Galaxy Watch Ultra 2 juga menempatkan diri sebagai salah satu smartwatch premium yang menawarkan pengalaman lebih dari sekadar pencatatan aktivitas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kendati begitu, kemampuan perangkat ini tidak berhenti ketika latihan selesai. Justru selepas aktivitas berakhir, perangkat ini dapat memberi informasi penting mengenai bagaimana tubuh merespons latihan tersebut dan apakah sudah cukup pulih untuk kembali beraktivitas.

CNNIndonesia.com sudah mencobanya selama kurang lebih satu bulan. Lantas, bagaimana keandalan jam tangan pintar terbaru keluaran Samsung ini? Simak reviewnya berikut.

Desain tangguh, tapi nyaman

Secara desain, Galaxy Watch Ultra 2 bisa dibilang tidak memiliki banyak perbedaan dari Galaxy Watch Ultra generasi pertama. Jam tangan pintar ini masih mempertahankan karakter khas seri Ultra, yakni bodi besar dengan material titanium dan bentuk yang terlihat seperti perangkat outdoor dibanding smartwatch konvensional.

Perangkat ini masih mengusung desain kotak berukuran 47 mm. Namun begitu, Galaxy Watch Ultra 2 memiliki ketebalan 10,7 mm lebih tipis dibanding generasi sebelumnya.

Meski lebih tipis, bobotnya justru lebih besar 1,5 gram dari versi pertama. Namun begitu, distribusi bobot dan strap baru ini membuat perangkat terasa lebih nyaman ketika digunakan untuk aktivitas sehari-hari.

Material titanium juga memberi kesan premium sekaligus tangguh. Galaxy Watch Ultra 2 dirancang untuk menghadapi lingkungan yang lebih ekstrem, oleh karenanya, jam ini sudah mengantongi sertifikasi MIL-STD-810H, IP69K, ketahanan air 10 ATM, serta sertifikasi EN13319 untuk aktivitas menyelam.

Strap bawaannya juga terasa lebih lentur dibanding generasi sebelumnya. Ini menjadi detail kecil yang cukup penting, karena Galaxy Watch Ultra 2 bukan perangkat yang ideal jika hanya dipakai seskali.

Selama periode pemakaian, saya coba menggunakannya selama tujuh hari berturut-turut, termasuk ketika tidur. Hasilnya, penggunaan selama tidur masih cukup nyaman, apalagi bagi saya yang tidak suka menggunakan aksesoris ketika beristirahat di malam hari.

Jam ini memang dirancang untuk terus menempel di pergelangan tangan, termasuk ketika pengguna tidur. Pasalnya, perangkat ini dapat mencatat aktivitas hingga kualitas tidur yang dapat menentukan skor energi pengguna di pagi hari.

Layar cerah

Salah satu peningkatan dibanding generasi sebelumnya adalah layar yang lebih cerah. Perangkat ini menggunakan panel Super AMOLED 1,52 inci dengan resolusi 498 x 498 piksel dan tingkat kecerahan hingga 5.000 nit.

Spesifikasi ini membantu ketika aktivitas seperti lari, berenang, dan sepeda di luar ruangan. Pasalnya, statistik olahraga tetap dapat dibaca ketika layar terkena cahaya Matahari langsung.

Hal ini jadi penting bagi sebuah smartwatch yang salah satu fungsi utamanya adalah digunakan ketika beraktivitas di luar ruangan. Pengguna tidak perlu terlalu sering menutupi layar dengan tangan hanya untuk membaca data latihan.

Layar ini juga mendukung fitur Always-On Display, yang membuat informasi waktu tetap terlihat tanpa harus mengangkat atau menyentuh jam.

Kemampuan layar ini juga terasa ketika digunakan untuk aktivitas berenang. Meski basah dan berada di dalam air, data aktivitas yang ditampilkan Galaxy Watch Ultra 2 tetap dapat dibaca dengan jelas.

Samsung Galaxy Watch Ultra 2Layar Galaxy Watch Ultra 2 yang semakin cerah membantu pengguna untuk tetap bisa memantau data kesehatan secara real-time. (Foto: CNN Indonesia/Damar Iradat)

Kapasitas baterai lebih besar

Samsung meningkatkan kapasitas baterai Galaxy Watch Ultra 2 menjadi 800 mAh dari 590 mAh pada generasi sebelumnya. Perusahaan mengeklaim daya tahannya mencapai 60 jam dengan fitur Always-On Display aktif dan hingga 80 jam jika fitur tersebut dimatikan.

Selama kurang lebih satu bulan menggunakan Galaxy Watch Ultra 2, saya menguji daya tahan baterainya dalam berbagai aktivitas olahraga. Pengujian dilakukan dengan sejumlah fitur yang aktif, termasuk GPS, Always-On Display, serta pemantauan kesehatan dan aktivitas sepanjang hari.

Pengisian dayanya juga relatif cepat. Dalam pengujian saya, baterai dapat bertambah sekitar 40 persen hanya dalam waktu 30 menit menggunakan fitur fast charging. Kemampuan ini cukup membantu ketika pengguna membutuhkan tambahan daya dalam waktu singkat, misalnya sebelum berolahraga atau ketika baterai mulai menipis di tengah hari.

Saat digunakan untuk berlari sejauh 5 kilometer, baterai berkurang sekitar 5 persen. Ketika digunakan bersepeda sejauh kurang lebih 20 kilometer, konsumsi baterai berada di kisaran 15 persen. Sementara untuk berenang selama sekitar satu jam, baterai berkurang sekitar 10 persen.

Dengan pola penggunaan tersebut, konsumsi daya Galaxy Watch Ultra 2 masih tergolong wajar. Bahkan ketika digunakan untuk aktivitas olahraga dengan sejumlah fitur yang aktif, baterai tidak terkuras secara berlebihan.

Hasil ini tentu tidak bisa dijadikan patokan mutlak karena daya tahan baterai akan berbeda bergantung pada pola penggunaan masing-masing pengguna. Durasi aktivitas, intensitas penggunaan GPS, koneksi jaringan, hingga fitur yang aktif dapat memengaruhi konsumsi daya.

Namun, untuk kebutuhan olahraga harian seperti lari, bersepeda, dan berenang, daya tahan baterai Galaxy Watch Ultra 2 sejauh pengujian saya cukup dapat diandalkan. Pengguna juga tidak perlu terlalu sering menghentikan aktivitas hanya untuk mengisi ulang daya.

[Gambas:Video CNN]

Performa Hingga Kesimpulan BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:
1 2