Bukan Cuma GPS, Teknologi Ini Cegah Kecelakaan hingga Pangkas Biaya

CNN Indonesia
Jumat, 09 Okt 2026 09:30 WIB
Perangkat GO Focus Plus merekam kabin untuk mitigasi sejumlah risiko pengemudi seperti kelelahan, distraksi, dan jarak berkendara yang terlalu dekat. (Foto: Loamy Noprizal)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan armada kendaraan tak lagi sebatas pelacakan lokasi melalui GPS. Teknologi telematika yang dipadukan dengan kecerdasan buatan (AI) kini juga digunakan untuk meningkatkan keselamatan berkendara hingga efisiensi operasional perusahaan.

SEA Business Development Manager Geotab Alvin Santoso mengatakan teknologi telematika berbasis video memungkinkan perusahaan memantau kondisi kendaraan, pengemudi, dan situasi di jalan secara lebih menyeluruh.

"Ini memanfaatkan tidak hanya GPS, jadi this is something beyond GPS. Kita memanfaatkan video telematics juga supaya memberikan konteks lebih lengkap lagi," kata Alvin dalam sesi Media Roundtable di Jakarta, Kamis (8/10).

Menurutnya, sistem tersebut dapat mendeteksi perilaku berkendara berisiko, seperti mengemudi terlalu dekat dengan kendaraan di depan atau tailgating.

Teknologi AI akan memperhitungkan kecepatan dan jarak antarkendaraan untuk memberikan peringatan langsung apabila pengemudi berada dalam kondisi berisiko.

"Jadi memang tujuannya untuk memberikan korektif saat itu juga supaya insiden jangan sampai terjadi," ujarnya.

Selain memberikan peringatan, sistem tersebut mengumpulkan data perilaku pengemudi yang dapat dimanfaatkan perusahaan untuk menyusun pelatihan keselamatan.

Director of PT Aerotrans Services Indonesia Kadek Bayu Temaja mengatakan pemanfaatan teknologi telematika membantu perusahaannya meningkatkan keselamatan sekaligus efisiensi operasional armada.

Salah satu contohnya adalah perubahan batas kecepatan operasional kendaraan dari 115 kilometer per jam menjadi 110 kilometer per jam setelah perusahaan menemukan peningkatan tren pengereman mendadak.

"Akhirnya kita decide untuk menurunkan operate speed-nya jadi 110 kilometer per jam. Itu berdasarkan data yang kita miliki," kata Bayu.

Selain itu, sistem telematika memungkinkan perusahaan menerima peringatan mengenai potensi kerusakan komponen kendaraan sehingga perbaikan dapat dilakukan sebelum mengganggu operasional.

Aerotrans juga menggunakan data perilaku berkendara untuk mengevaluasi kinerja pengemudi dan menyusun program pelatihan berkala setiap enam bulan.

Sementara itu, Head of Business Unit TRAVL Alkautsar Salim mengatakan teknologi serupa membantu perusahaan transportasi memantau perjalanan dan meningkatkan kenyamanan penumpang.

TRAVL menggunakan sistem pemantauan untuk mengawasi kecepatan kendaraan. Sebagai contoh, mereka menerapkan batas maksimal 90 kilometer per jam pada perjalanan melalui Jalan Layang Mohammed Bin Zayed (MBZ) untuk menjaga keselamatan sekaligus kenyamanan di jalan yang bergelombang.

Teknologi ini juga disebut membantu tim operasional mengambil keputusan ketika terjadi gangguan perjalanan, termasuk menentukan kendaraan pengganti terdekat atau mengarahkan pengemudi melalui jalur alternatif saat terjadi kemacetan.

Lebih lanjut, Alvin mengatakan teknologi telematika juga dapat diterapkan pada kendaraan listrik untuk memantau konsumsi energi, tingkat pengisian daya, kesehatan baterai, hingga riwayat pengisian.

Data tersebut dapat dimanfaatkan perusahaan untuk membandingkan efisiensi kendaraan konvensional dan listrik sebelum mengambil keputusan terkait pengembangan armada.

(lom)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK