Mengenal Heart Health Score di Galaxy Watch Ultra2, Seberapa Berguna?

CNN Indonesia
Rabu, 14 Okt 2026 10:35 WIB
Samsung Galaxy Watch Ultra 2
Samsung Galaxy Watch Ultra 2 hadirkan fitur Heart Health Score, merangkum kebiasaan harian pengguna menjadi skor kesehatan jantung. (Foto: CNN Indonesia/Damar Iradat)
Jakarta, CNN Indonesia --

Samsung menghadirkan fitur Heart Health Score di Galaxy Watch Ultra2 yang dapat merangkum sejumlah kebiasaan harian pengguna menjadi satu skor kesehatan jantung. Skor ini disertai rekomendasi gaya hidup yang disesuaikan dengan kondisi pengguna.

Menurut Samsung, fitur ini merupakan pengembangan dari fitur Vascular Load yang rilis tahun lalu. Metrik harian ini menggabungkan sejumlah faktor, mulai dari kualitas tidur, seberapa aktif pengguna, komposisi tubuh, hingga tingkat stres.

Skor ini dibentuk oleh empat faktor, yakni 7-day sleep time average atau rata-rata jam tidur dalam sepekan, 7-day moderate to vigorous activity atau total waktu bergerak dengan intensitas sedang ke atas, Vascular Load atau beban kerja pembuluh darah, dan indeks massa tubuh (BMI).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dua faktor pertama dihitung sebagai rata-rata tujuh hari, bukan potret kondisi satu hari. Lewat pendekatan ini, begadang satu malam tidak serta-merta menjatuhkan skor. Sebaliknya, kebiasaan begadang selama sepekan dapat lebih tercermin dalam penilaian.

Kemudian, pada bagian Vascular Load, terdapat penanda baseline. Posisi penanda ini menentukan status pengguna hari itu, lengkap dengan keterangan personal dari Samsung Health.

Setelah menggunakan Galaxy Watch Ultra2 selama lebih dari satu bulan, saya mulai merasakan manfaat dari berbagai fitur yang ada, termasuk Heart Health Score. Dalam pencatatannya, rata-rata skor kesehatan jantung saya dalam beberapa hari pengujian berada di angka 75-78, dengan status good atau baik.

Durasi tidur menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi skor tersebut. Dalam pemantauan tujuh hari, rata-rata waktu tidur saya tercatat 6 jam 40 menit dengan status good.

Durasi ini masih sedikit di bawah rekomendasi tidur 7-9 jam per malam bagi orang dewasa, sehingga masih ada ruang untuk memperbaiki pola istirahat.

Kemudian, total aktivitas fisik intensitas sedang hingga tinggi dalam sepekan mencapai 2 jam 10 menit dan mendapat status excellent.

Dua indikator lainnya juga menunjukkan hasil berbeda. Vascular Load berada dalam status steady atau stabil dengan kategori excellent, sedangkan BMI saya tercatat 27,7 dengan kategori fair.

Hasil ini memberikan gambaran bahwa setiap indikator memiliki nilai penilaian tersendiri, sehingga pengguna dapat melihat faktor mana yang sudah cukup baik dan mana yang perlu diperhatikan.

Hasil pemantauan dan rekomendasi yang diberikan Samsung Health setelah saya menggunakan Galaxy Watch Ultra2 ini sedikit demi sedikit mulai memengaruhi kebiasaan saya sehari-hari. Salah satunya adalah menjadi lebih disiplin mengatur jam tidur.

Misalnya, setelah mendapat rekomendasi terkait durasi tidur, saya yang sebelumnya hampir tidur di atas pukul 22.00 WIB, perlahan mulai membiasakan diri untuk tidur mulai pukul 21.00-21.30 WIB dan bangun lebih awal sekitar pukul 04.00-04.30 WIB.

Dari sisi aktivitas fisik, fitur ini juga membantu saya lebih memperhatikan intensitas olahraga. Saya jadi lebih sadar kapan harus berlatih dengan intensitas tinggi dan kapan sebaiknya memilih aktivitas yang lebih ringan.

Indikator BMI juga menjadi pengingat bahwa ada aspek kesehatan yang perlu saya benahi. Dengan angka 27,7 dan status fair, saya mendapat gambaran bahwa pengelolaan berat badan masih perlu menjadi perhatian.

Bagi saya, manfaat fitur ini bukan semata-mata mengetahui skor kesehatan jantung, melainkan jadi pengingat untuk mengevaluasi kebiasaan tidur, aktivitas fisik, dan berat badan secara lebih teratur.

Namun demikian, data-data yang tertera di fitur kesehatan smartwatch ini bukan pengganti diagnosis medis. Data ini lebih tepat digunakan sebagai informasi pendukung untuk memahami pola kesehatan pengguna.

[Gambas:Video CNN]

(dmi)