Lepas Kursi CEO Apple, Ini Negara Pertama yang Dikunjungi Tim Cook
Kepala Eksekutif Apple, Tim Cook, mengunjungi China pada Sabtu (10/10), menandai kunjungan ketiganya ke Negeri Tirai Bambu pada 2026. Ia membahas seputar pengembangan manufaktur hingga peluang ekspansi bisnis Apple di negara tersebut.
Perjalanan ini menjadi kunjungan pertama Tim Cook ke China usai lengser dari jabatannya sebagai CEO Apple.
Dalam perjalanan kali ini, Cook bertemu dengan Meng Fanli, Gubernur Provinsi Guangdong di China bagian selatan pada Minggu (11/10).
Lihat Juga : |
Dikutip dari SCMP, ia mengatakan Apple bersedia untuk memperluas kehadirannya di Guangdong, serta menjajaki kerja sama lebih lanjut dalam bidang rantai pasokan, manufaktur pintar, manufaktur ramah lingkungan, serta kanal penjualan.
Menurutnya, Guangdong merupakan salah satu pusat manufatkur utama yang berperan penting dalam pertumbuhan Apple di China. Ia turut menyoroti banyaknya pemasok perusahaan dan mitra ekosistem perusahaan yang berada di wilayah tersebut.
Merespons inisiatif Cook, Meng menyambut baik langkah Apple untuk memperluas kehadirannya melalui produk inovatif, bisnis yang sedang berkembang, serta platform penelitian dan pengembangan di provinsinya. Ia juga berjanji akan membangun lingkungan bisnis yang berorientasi internasional, berbasis pasar dan berlandaskan supremasi hukum.
Berdasarkan sejumlah unggahan pelanggan di media sosial, Cook terlihat mengunjungi Apple Store di Guangzhou, ibu kota Provinsi Guangdong.
"Senang bisa kembali ke China!" tulis Cook dalam unggahannya di media sosial Weibo pada Sabtu (10/10).
Sebelum bertemu Gubernur Guangdong, Cook sempat menyaksikan proses perekaman video seni bela diri yang dilakukan oleh kreator konten lokal menggunakan iPhone 18 Pro.
Tim Cook melakukan kunjungan ke China di tengah indikasi permintaan iPhone 18 Pro Series dan iPhone Duo yang masih belum menentu. iPhone 18 Pro dan 18 Pro Max telah tersedia di pasar China, sedangkan iPhone Duo dijadwalkan mulai dijual pada 23 Oktober mendatang.
Mengutip Global Times, Analis Industri Senior Ma Jihua menilai kunjungan pertama Cook setelah lengser sebagai CEO Apple ke China memiliki arti yang penting.
"Keputusan Cook menjadikan China sebagai tujuan pertamanya di luar negeri setelah menduduki jabatan baru di Apple memiliki arti yang sangat penting. Pilihan untuk mengunjungi China terlebih dahulu menegaskan posisi China yang tak tergantikan dalam rantai pasokan Apple," ungkap Ma.
Data awal terkait iPhone teranyar Apple menunjukkan varian 18 Pro Series mendapat sambutan positif, meskipun harganya yang lebih tinggi berpotensi menekan permintaan konsumen.
Menurut Counterpoint Research, penjualan iPhone 18 Pro selama tiga hari pertamanya tercatat 12 persen lebih tinggi dibandingkan penjualan jajaran iPhone 17 Pro Series selama keseluruhan pekan pertama penjualannya pada 2025. Hal ini mengantarkan Apple ke posisi pertama dalam penjualan smartphone di China pada periode 14-20 September.
Namun, Nikkei Asia melaporkan pekan lalu bahwa Apple telah meminta sejumlah pemasok untuk mengurangi produksi komponen bagi model Pro terbaru. Laporan ini memunculkan pertanyaan mengenai tingkat permintaan setelah periode awal peluncuran berakhir.
(nad/lom)