Dari Eksperimen ke Hasil Nyata, Teradata Bidik Pasar AI Indonesia

Advertorial | CNN Indonesia
Rabu, 14 Okt 2026 15:39 WIB
Dari Eksperimen ke Hasil Nyata, Teradata Bidik Pasar AI Indonesia
Jakarta, CNN Indonesia --

Perusahaan autonomous knowledge dan AI, Teradata menyediakan solusi platform AI berbasis data tepercaya untuk membantu perusahaan di Indonesia yang kesulitan mengukur dampak bisnis nyata dari penerapan kecerdasan buatan.

Solusi ini menjawab kebutuhan pelaku industri nasional yang masih terjebak pada fase eksperimen dan uji coba, dengan menyediakan sistem AI yang siap dipakai dalam operasional harian, memiliki tata kelola yang kuat, serta memenuhi aturan kedaulatan data di dalam negeri.

Dorong AI Berbasis ROI di Pasar Indonesia

Belakangan ini, fokus penggunaan kecerdasan buatan di sektor korporasi bergeser dari fase uji coba menuju orientasi imbal hasil investasi (return on investment/ROI).

"Saat ini, para pemimpin bisnis ingin melihat ROI. Perusahaan yang unggul adalah mereka yang menjadikan AI bagian dari operasional sehari-hari, bukan sekadar proyek riset," ujar Chief Revenue Officer Teradata, Richard Petley.

Selain isu ROI, Petley melihat dua tren utama yang sangat relevan bagi pasar Indonesia. Pertama, kedaulatan AI (sovereign AI) kini menjadi prioritas. Banyak instansi pemerintah dan industri yang diregulasi ketat ingin-bahkan diwajibkan-menggunakan AI yang berjalan di dalam negeri, di bawah aturan lokal, dengan data yang tidak keluar dari batas wilayah negara. Hal ini memicu tingginya permintaan untuk model penempatan on-premises maupun hybrid.

Kedua, perusahaan menginginkan ekosistem terbuka dan menghindari keterikatan vendor (vendor lock-in). Pelaku industri tidak ingin bergantung pada satu penyedia cloud atau vendor tertentu, melainkan ingin menjalankan setiap workload di infrastruktur yang paling tepat serta menghubungkan AI dengan perangkat teknologi yang sudah mereka gunakan.

Kedua tren tersebut dinilai sangat sejalan dengan dinamika di Indonesia saat ini, seiring berlakunya Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP), penyusunan Peta Jalan AI Nasional dan regulasi etika AI, serta maraknya pembangunan pusat data (data center) baru.

adv

Integrasi Platform dan Solusi Lintas Sektor

Teradata menempatkan diri sebagai context foundation, governance layer, dan performance backbone untuk membuat setiap sistem AI lebih cerdas, aman, dan efektif dalam mendorong transformasi skala enterprise.

Dalam mewujudkannya, Teradata menghadirkan platform terpadu bertajuk Teradata Autonomous Knowledge Platform.

Platform tersebut menyatukan berbagai kapabilitas utama untuk mendukung operasional AI secara menyeluruh. Salah satu komponen utamanya adalah Tera Context Engine, yang berfungsi memberikan "memori perusahaan" berupa data bisnis historis agar AI agent memahami konteks spesifik bisnis yang dijalankan.

Di dalamnya juga terdapat Industry Knowledge Models yang menyediakan pemahaman domain bawaan untuk industri tertentu.

Untuk pengelolaan dan pengembangan, platform ini dilengkapi Teradata AI Studio sebagai wadah terpadu untuk membangun, meluncurkan, dan mengelola AI melalui pilihan no-code, low-code, maupun full-code.

Sementara itu, kebutuhan pencarian dan penemuan informasi berbasis AI ditangani oleh Enterprise Vector Store, dengan tata kelola model AI di seluruh perusahaan yang dikendalikan melalui ModelOps.

Teradata juga menyediakan Teradata Factory, yakni solusi AI on-premises berakselerasi GPU untuk mengolah data sensitif yang wajib tersimpan di lingkungan internal perusahaan. Seluruh data yang tersebar-baik di cloud maupun on-premises-dapat diakses secara konsisten dan aman melalui fitur Teradata Fabric.

"Kami tidak meminta pelanggan untuk memulai lagi dari nol. Kami mengaktifkan pengetahuan yang telah mereka bangun selama bertahun-tahun, dan memungkinkan AI agent bertindak berdasarkan pengetahuan tersebut secara real-time, sesuai kecepatan yang dibutuhkan bisnis," kata Petley.

Sebagai kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dengan lebih dari 280 juta penduduk dan populasi digital yang tumbuh pesat, Indonesia menjadi pasar krusial bagi Teradata di kawasan Asia Pasifik.

"Kami hadir untuk membangun bersama perusahaan-perusahaan Indonesia dalam perjalanan menuju AI yang outcome-driven-pemanfaatan yang menciptakan dampak bisnis terukur, bukan sekadar demo yang mengesankan," kata Petley.

Meski selama ini dikenal luas di sektor perbankan dan jasa keuangan untuk deteksi fraud secara real-time, pengelolaan risiko, hingga personalisasi produk, Teradata kini membidik berbagai sektor strategis lain di Indonesia yang memiliki skala data masif, regulasi ketat, dan operasional kompleks.

adv

Di sektor telekomunikasi, pemanfaatan AI berbasis data tepercaya digunakan untuk memprediksi serta menekan angka perpindahan pelanggan (churn), mempersonalisasi penawaran, hingga mengoptimalkan performa jaringan di ribuan pulau.

Sementara pada industri ritel, FMCG, dan e-commerce, teknologi ini membantu memprediksi permintaan, mengelola stok di jaringan distribusi yang luas, serta mempersonalisasi promosi bagi jutaan pembeli.

Pada sektor manufaktur serta energi, pertambangan, dan sumber daya alam, AI difokuskan untuk memantau aset, merencanakan pemeliharaan (maintenance), memprediksi kerusakan mesin, serta meningkatkan produktivitas, keselamatan kerja, dan efisiensi rantai pasok (supply chain).

Solusi data ini juga menjangkau sektor kesehatan untuk mengolah data pasien dan klaim bervolume besar secara aman dengan kontrol privasi ketat.

Di sektor logistik dan transportasi, AI membantu perencanaan rute, prediksi kapasitas, serta ketepatan waktu pengiriman di tengah kondisi geografis Indonesia yang kompleks.

Di sektor pemerintahan dan layanan publik, keberadaan platform ini mendukung percepatan program AI nasional dan transformasi digital guna menghadirkan layanan publik yang lebih baik, dengan tetap menjamin kedaulatan data di dalam negeri.

"Perusahaan-perusahaan Indonesia yang memiliki data, ambisi, dan kompleksitas operasional umumnya menjadi tempat di mana Teradata dapat memberikan keunggulan yang jelas," ujar Petley.

Penerapan UU Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) serta bakal hadirnya regulasi AI nasional menuntut organisasi di Indonesia transparan dalam penggunaan data. Teradata menjawab tantangan ini dengan menjadikan tata kelola (governance) sebagai fondasi utama platformnya.

"Governance bukanlah fitur tambahan, melainkan fondasi tempat platform ini dibangun," ujar Petley.

Lewat Teradata Autonomous Knowledge Platform, fitur seperti data lineage, access control, hingga audit trail sudah tertanam langsung.

Sistem ini memungkinkan perusahaan memantau data yang digunakan, aturan yang berlaku, hingga alur persetujuan tindakan AI agent.

Bagi industri yang terikat regulasi ketat, transparansi (traceability) seperti ini menjadi syarat mutlak untuk penerapan AI skala besar.

Untuk kebutuhan kedaulatan data di dalam negeri, Teradata menawarkan solusi on-premises berakselerasi GPU melalui Teradata Factory. Layanan ini menyasar instansi pemerintah, perbankan, telekomunikasi, hingga penyedia layanan kesehatan agar kecerdasan AI tetap beroperasi di bawah kendali infrastruktur internal pelanggan.

Petley menambahkan, sebagian besar large language model (LLM) di pasaran berkinerja baik saat uji coba, tetapi sulit masuk ke tahap produksi karena tidak memahami riwayat operasional perusahaan.

Teradata tidak memosisikan diri untuk bersaing dengan penyedia model AI besar, melainkan menjadi enterprise context layer.

"LLM memang powerful, tetapi tidak memahami bisnis Anda. Kami hadir sebagai context layer yang membuat setiap investasi AI-baik LLM maupun layanan cloud-menjadi lebih akurat, tepercaya, dan siap untuk tahap produksi," pungkas Petley.

(adv/adv)