Deforestasi Hutan Hujan Amazon Cetak Rekor Terendah dalam Sejarah

CNN Indonesia
Sabtu, 17 Okt 2026 15:25 WIB
A drone view of an area of rainforest burning during the dry season in the municipality of Autazes, Amazonas state, Brazil, on October 12, 2026. REUTERS/Bruno Kelly
Penebangan hutan atau deforestasi hutan hujan Amazon, Brasil, mencapai titik terendah dalam sejarah. Ilustrasi. (REUTERS/Bruno Kelly)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penebangan hutan atau deforestasi hutan hujan Amazon, Brasil, mencapai titik terendah dalam sejarah.

Laporan Badan Penelitian Antariksa Brasil, Inpe, yang dirilis pada Jumat (16/10) menyebut 3.335 km persegi huta telah ditebang dalam 12 bulan hingga Juli. Angka ini jadi rekor terendah deferotasi hutan sejak pencatatan pertama pada 1988.

"Ini penurunan yang sangat drastis, seperti mimpi," ujar Menteri Lingkungan Hidup Joao Paulo Capobianco saat konferensi pers di Brasilia, dikutip Al Jazeera.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rekor deforestasi sebelumnya yakni 4.571 km persegi pada 2011-2012. Penebangan hutan Amazon pernah mencapai puncaknya pada tahun 1990-an dengan hampir 30 ribu km persegi.

Presiden Brasil Lula da Silva menyambut baik angka deforestasi ini. Namun, dia belum cukup puas.

"Tujuan kami mencapai nol deforestasi ilegal pada 2030," kata Lula di X sembari mengunggah tangkapan layar artikel media lokal Brasil yang mencatat deforestasi Amazon terendah dalam sejarah.

Lula naik ke kursi kepresidenan pada 2023 dan bersumpah bakal mengakhiri deforestasi ilegal pada 2030.

Di periode sebelumnya pada 2019-2022 di bawah pimpinan Jair Bolsonaro, hutan Amazon kehilangan sekitar 11.600 km persegei per tahun.

Sejak Bolsonaro turun, penggundulan hutan menurun setiap tahun dan turun 71,2 persen selama empat tahun terakhir. Banyak yang menilai penurunan itu karena pengawasan yang lebih ketat dan hukuman yang lebih berat untuk penebangan ilegal.

Organisasi yang fokus advokasi iklim Observatorio do Clima menyambut baik rekor bersejarah ini.

"Dengan kemauan politik deforestasi dan emisi gas rumah kaca kemungkinan bisa dikekang," kata anggota organisasi itu Marico Astrini.

(ans/sfr)
placeholder