Tanpa Diklik Iklan Online Bisa Jadi Jalan Masuk Spyware
Agensi iklan Israel diduga mendistribusikan iklan-iklan berisi kode berbahaya yang memuat spyware. Sistem ini memungkinkan pelaku mengumpulkan dan membagikan informasi pada perangkat secara otomatis, meskipun pengguna tidak mengeklik iklan tersebut.
Citizen Lab, unit investigasi digital Universitas Toronto, mengungkap bagaimana ekosistem iklan digital dimanfaatkan sebagai sarana penyebaran spyware. Mereka menyebut teknik ini sebagai AdFection, iklan (ad) yang otomatis menyebabkan infeksi (infection) pada perangkat ketika ditampilkan.
"Investigasi kami menemukan bahwa penyerang yang kami sebut DARK CARTOGRAPHER menggunakan iklan Discover-Tech dan sejumlah vendor tambahan untuk mengungkap identitas pengguna secara besar-besaran setidaknya sejak tahun 2019," tulis Citizen Lab dalam laporannya, Kamis (15/10).
Lihat Juga : |
Discover-Tech merupakan agensi iklan yang berbasis di Israel. Hasil temuan mengungkap bahwa agensi ini merupakan kedok untuk menyalurkan alat spionase skala besar dengan mengirim perangkat lunak mata-mata ketika iklan ditampilkan.
Cara kerja AdFection Zero-Click
Selain gambar atau video, iklan online juga dapat berisi kode yang berjalan di dalam aplikasi atau browser yang menampilkan iklan tersebut. Pelaku memanfaatkan celah ini untuk membuat kode yang akan mengeksploitasi browser untuk menginstal spyware pada perangkat pengguna.
Spyware adalah jenis perangkat lunak berbahaya yang secara diam-diam memantau aktivitas, mencuri data pribadi, dan mengirimkannya ke pihak ketiga tanpa izin. Iklan-iklan yang ditampilkan Discover-Tech diketahui berisi spyware Candiru yang berafiliasi dengan mata-mata pemerintah Israel.
Citizen Lab mengatakan platform Controlium milik Discover-Tech memungkinkan pelaku mengidentifikasi identitas perangkat dan alamat IP, sehingga mereka dapat mengirimkan infeksi spyware terhadap target secara otomatis saat iklan ditayangkan.
Ini merupakan teknik serangan baru yang tidak memerlukan interaksi apapun dari korban atau zero-click untuk menyebarkan spyware. Iklan dari Discover-Tech telah tersebar melalui lebih dari 75 ribu aplikasi Android dan iOS, serta lebih dari 120 ribu situs web.
Beberapa aplikasi yang menayangkan iklan mereka di antaranya Yahoo Mail, Opera Mini, Duolingo, Ludo Star. Sementara situs yang juga menampilkan iklan mereka di antaranya media-media populer seperti milik BBC, New York Times, dan IMDb.
Namun, tidak semua situs tersebut menjadi target pelaku. Mereka hanya mengirimkan spyware jika identitas atau alamat IP perangkat cocok dengan target intelijen mereka.
Satu-satunya korban yang disebut terinfeksi spyware dalam laporan tersebut adalah perangkat milik staf dan jaringan internal di Al Jazeera, media internasional Qatar.
Lebih lanjut, kasus AdFection meningkatkan kekhawatiran publik terkait keamanan siber dan privasi di ruang digital. Temuan ini mengungkap kurangnya uji keamanan di industri periklanan sehingga menuntut regulasi yang lebih ketat untuk menjamin keamanan pengguna.
"Risiko keamanan ini menunjukkan bahwa ada kebutuhan mendesak untuk kepentingan publik dalam mereformasi periklanan digital," ungkap Citizen Lab.
Untuk mengurangi risiko, Citizen Lab merekomendasikan langkah keamanan berupa penggunaan ekstensi pemblokir iklan terpercaya di browser untuk mengurangi pelacakan, akses browser yang menghargai privasi pengguna, reset ID iklan secara berkala dan gunakan fitur opt-out pada aplikasi.
(fta/lom)