Ilmuwan Temukan Cara agar Pasir Gurun Bisa Simpan Air Lebih Lama

CNN Indonesia
Senin, 19 Okt 2026 03:00 WIB
Ilustrasi. Ilmuwan temukan cara untuk menahan air lebih lama di lahan berpasir. (dok. Boredpanda/Aurel Paduraru)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ilmuwan menemukan cara menahan air lebih lama di lahan berpasir. Temuan ini penting buat para petani sebab sulit sekali mempertahankan kelembapan media tanam.

Menggarap tanaman di lahan berpasir jadi tantangan tersendiri buat para petani terutama dalam hal penyiraman. Air dengan cepat masuk ke celah antarbutiran pasir sehingga lahan cepat kering. Namun ilmuwan telah menemukan cara untuk menahan air lebih lama dengan cara membuat 'pasir hidup'.

Melansir dari Science Alert, para ilmuwan telah menguji kemampuan serat yang dihasilkan bakteri dan jamur dalam mengikat butiran pasir itu.

Mikroba dibiarkan tumbuh di dalam pasir dan menciptakan material yang mereka sebut sebagai 'pasir hidup'. Berdasarkan pengujian, material ini mampu mengurangi hilangnya air hingga enam kali lipat.

Kemudian dalam pendekatan yang lain, mereka menumbuhkan lapisan tipis selulosa bakteri dan menempatkannya di antara lapisan-lapisan pasir. Hasil pengujian menunjukkan metode ini mampu mengurangi permeabilitas air hingga 28 kali lipat.

Ilmuwan menggunakan bakteri penghasil selulosa Komagataeibacter medellinensis, lalu dua strain jamur Schizophyllum commune. Keduanya berasal dari spesies yang sama tapi punya karakteristik pertumbuhan yang berbeda.

Penelitian yang diterbitkan di jurnal Carbohydrate Polymers ini menggunakan pasir dari bukit pasir dekat Al Ain, Uni Emirat Arab dan pasir standar laboratorium untuk pengujian kekuatan tertentu.

Sebelum ditambahkan mikroba dan larutan nutrisi, pasir terlebih dahulu disterilkan.

Dilihat dari citra mikroskop, selulosa bakteri melekat pada permukaan butiran pasir dan menghubungkan butiran-butiran yang berdekatan.

Melansir dari Science Alert, dalam waktu tujuh hari, terbentuk kolom pasir setinggi 6 cm yang menyatu kuat. Blok pasir ini dapat dikeluarkan dari cetakan dan dipotong-potong. Potongan blok pasir ini pun tetap utuh saat dimasukkan ke dalam air.

Sementara itu, jamur juga dapat mengikat butiran pasir. Namun cenderung rapuh dan beberapa hancur saat dikeluarkan dari cetakan.

[Gambas:Video CNN]

Kemudian pada pendekatan kedua, peneliti menumbuhkan lembaran selulosa secara terpisah lalu disisipkan di antara lapisan pasir. Lembaran ini bertindak sebagai penguat.

Saat demonstrasi dengan beban 10 kg, kubus pasir yang tidak diberi perlakukan langsung runtuh. Namun pada pasir yang diberi lembaran terlihat lebih kuat.

Tes dilanjutkan dengan menuang air dan mengukur seberapa cepat air keluar. Antara pasir yang ditumbuhkan serat dan diberi lapisan penguat, pasir dengan lapisan penguat dapat mengurangi permeabilitas (kecepatan air meresap melalui pasir) hingga 28 kali lipat.

Sementara itu, pada pasir yang ditumbuhkan serat dapat mengurangi permeabilitas sekitar enam kali lipat.

Hasilnya memang menggembirakan tapi penelitian ini masih sebatas uji laboratorium. Mikroba ditempatkan di air dan nutrisi dalam kondisi terkendali. Pun pertumbuhan mereka perlu oksigen.

(els)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK