AI Temukan Celah PHP, Situs Pemerintah Eropa Ramai-ramai Offline

CNN Indonesia
Kamis, 22 Okt 2026 08:45 WIB
Ilustrasi. Sejumlah situs pemerintah di Eropa tidak dapat diakses setelah celah keamanan PHP dieksploitasi. (Foto: istockphoto/Wasan Longthara)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah situs pemerintah di Eropa dan beberapa wilayah tidak dapat diakses pada Rabu (21/10) setelah temuan celah keamanan kritis pada bahasa pemrograman PHP yang banyak digunakan untuk menjalankan situs web. Celah keamanan ini berhasil ditemukan baru-baru ini dengan bantuan kecerdasan buatan (AI).

Sejumlah lembaga pemerintah memilih menonaktifkan situs mereka sebagai langkah pencegahan setelah muncul peringatan bahwa peretas mulai mengeksploitasi celah keamanan tersebut.

Pengembang PHP telah merilis pembaruan keamanan darurat untuk mengatasi kerentanan yang tersembunyi dalam perangkat lunak tersebut selama bertahun-tahun.

Pengembang mendesak seluruh pengguna segera memperbarui sistem mereka untuk menghindari potensi serangan siber.

Namun, para pakar memperingatkan publikasi perbaikan keamanan tersebut juga memungkinkan peretas mempelajari celah yang ditemukan, terlebih dengan bantuan kecerdasan buatan (AI).

Costin Raiu, salah satu pendiri perusahaan riset keamanan siber TLP:Black, menyebut AI mempercepat persaingan antara peretas yang berusaha mengeksploitasi kerentanan dan pengelola situs yang berupaya memperbaiki sistem.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memicu kompromi massal terhadap server web yang masih memiliki kerentanan.

PHP merupakan bahasa pemrograman yang telah digunakan sejak awal 1990-an. Teknologi ini menjadi fondasi berbagai situs web, termasuk yang menggunakan WordPress, Drupal, Joomla, dan Magento.

Berdasarkan data W3Techs, PHP digunakan oleh sekitar 75 persen situs web yang bahasa pemrogramannya dapat diidentifikasi.

Besarnya penggunaan PHP membuat kerentanan tersebut berpotensi berdampak luas terhadap layanan internet di berbagai negara.

CEO sementara Drupal Association Tiffany Farriss mengatakan seluruh server yang menggunakan versi PHP yang dirilis dalam 20 tahun terakhir berpotensi terdampak.

"Masalah ini berdampak pada sebagian besar internet," kata Farriss, dikutip dari Reuters.

Sementara itu, perusahaan intelijen internet Censys mencatat sekitar 1,5 juta dari 2,6 juta host yang terdeteksi menjalankan versi PHP belum memiliki perbaikan keamanan yang tersedia.

Situs pemerintah hingga Wikipedia

Di Belanda, National Cyber Security Centre (NCSC) turut menonaktifkan situsnya sebagai langkah pencegahan.

Langkah serupa dilakukan sejumlah organisasi lainnya, termasuk Pelabuhan Rotterdam, portal pemerintah Overheid.nl, asosiasi sepak bola nasional KNVB, situs lima partai politik terbesar di Belanda, serta sejumlah rumah sakit.

Di Denmark, perusahaan teknologi informasi pemerintah daerah Kombit menonaktifkan sejumlah layanan, termasuk platform komunikasi sekolah nasional.

Gangguan juga terjadi di Finlandia setelah penyedia layanan teknologi informasi pemerintah Valtori menonaktifkan layanan jaringan publik pemerintah untuk mengantisipasi risiko keamanan.

Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Prancis menyatakan seluruh situs webnya ditempatkan dalam pemeliharaan sebagai upaya preventif.

Di luar layanan pemerintah, operator ensiklopedia daring Wikipedia juga menonaktifkan sejumlah sistem hingga pembaruan keamanan dapat diterapkan.

Internet Archive, perpustakaan digital yang menyimpan berbagai arsip internet, turut mengalami penghentian layanan sementara untuk menangani persoalan tersebut.

Celah keamanan ditemukan bermodal AI

Kerentanan PHP ini ditemukan menggunakan teknologi AI oleh dua perusahaan keamanan siber, Calif dan Wiz, melalui penelitian terpisah.

Calif mengungkap telah menemukan celah tersebut pada 1 Agustus dengan bantuan model bahasa besar atau large language model (LLM).

Sementara itu, Wiz, perusahaan keamanan siber milik Alphabet, menyatakan menemukan kerentanan serupa menggunakan Wiz Atlas, alat penelitian keamanan otonom berbasis AI, serta Google Gemini 4 Argon dan OpenAI GPT-5.6 Sol.

Menurut Wiz, celah tersebut telah tersembunyi dalam kode PHP selama lebih dari satu dekade dan sebelumnya sangat rumit untuk dieksploitasi secara manual.

[Gambas:Video CNN]

Namun, kemampuan AI membuat proses pencarian dan eksploitasi kerentanan menjadi lebih mudah dilakukan dalam skala besar.

Calif dan Wiz menyatakan telah berkoordinasi dengan tim pengembang PHP serta OpenAI terkait penemuan tersebut.

Kepala Keamanan Amazon CJ Moses mengungkap timnya mendeteksi upaya eksploitasi terhadap sistem jebakan atau honeypot milik perusahaan pada 17 Oktober, empat hari sebelum kerentanan diumumkan kepada publik.

Amazon kemudian mendeteksi upaya serangan lainnya pada Rabu (21/10), sebelum informasi kerentanan dipublikasikan secara resmi.

Meski belum dapat memastikan apakah serangan tersebut akan berhasil terhadap situs web sebenarnya, Amazon menyatakan kerentanan PHP kini telah dieksploitasi secara luas.

Merespons isu ini, lembaga keamanan siber di berbagai negara mengimbau pengguna PHP segera menerapkan pembaruan keamanan atau menonaktifkan situs sementara hingga perbaikan dapat dilakukan.

(lom)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK