Pertama Kalinya Hacker Berhasil Jalankan iOS di HP Android

CNN Indonesia
Senin, 26 Okt 2026 07:30 WIB
Ilustrasi. Para peretas berhasil menjalankan iOS di ponsel Android. (Foto: Tangkapan Layar web apple.com)
Jakarta, CNN Indonesia --

Para peretas dan pengembang perangkat lunak independen dilaporkan berhasil menemukan cara menjalankan sistem operasi Apple, iOS, yang dirancang hanya untuk iPhone agar dapat dijalankan di ponsel berbasis Android.

Sebuah klip video yang telah ditonton lebih dari 2 juta kali di platform X menunjukkan bagaimana iOS 16 bisa dijalankan pada perangkat ponsel Redmi Note 12. Selain itu, ada juga yang menunjukkan iOS berjalan di ponsel Nothing 3a.

IOS menjalankan seluruh fungsi di iPhone, mulai dari respons layar sentuh hingga pengoperasian aplikasi. Sistem operasi ini dirancang khusus dan hanya berjalan pada perangkat keras milik Apple.

Melansir Decrypt, iPhone bisa menjalankan sistem operasi Android sejak lama. Sebuah proyek yang disebut iDroid memungkinkan iPhone generasi awal menjalankan Android pada April 2010.

10 tahun kemudian, proyek yang disebut Sandcastle juga berhasil menjalankan Android 10 di iPhone dengan chip A10 Apple.

Namun, belum ada yang pernah berhasil melakukan sebaliknya, menjalankan iOS di ponsel lain selain iPhone. Untuk pertama kalinya sejauh ini, para peretas berhasil melakukan hal tersebut.

Salah satu percobaan yang disebut proyek ios-sweet merancang iOS 16 untuk dapat dijalankan di Redmi Note 10 Pro. Hasil kodingnya dibagikan secara terbuka di situs berbagi kode GitHub,.

Mereka menggunakan XNU Apple yang aksesnya terbuka secara gratis dan memodifikasinya agar bisa dijalankan di chip Qualcomm Snapdragon 732G. XNU sendiri merupakan komponen inti iOS yang berfungsi menghubungkan chip, RAM, dan penyimpanan.

Setelah modifikasi komponen intinya cocok, mereka kemudian memasang file sistem asli iOS 16.7.16 dari iPhone X tanpa memodifikasinya sama sekali.

Pada Redmi Note 10 Pro, mereka berhasil mencapai lock screen, home screen, Control Center, dan Settings. Layar sentuh dan tombol fisik ponsel juga sudah dapat merespons sentuhan.

Namun, beberapa fitur koneksi seperti Wi-Fi, Bluetooth, jaringan data seluler, audio, dan kamera tidak dapat digunakan sama sekali. Selain itu, gestur atau perintah untuk keluar aplikasi juga tidak dapat bekerja.

Selain itu, karena belum mendukung fungsi GPU, proses penayangan grafis atau tampilan sepenuhnya dikerjakan oleh prosesor CPU dengan kecepatan terbatas di 20-30 frame per second (fps).

Pengembangnya menegaskan bahwa proyek ini hanyalah eksperimen atau uji coba teknis, bukan sistem operasi yang siap untuk penggunaan harian. Jika ingin mencoba kode yang mereka bagikan, perlu diketahui bahwa instalasinya akan menghapus data pengguna dan menonaktifkan perlindungan keamanan.

Tidak hanya ios-sweet, beberapa pengembang lain juga mencoba menjalankan iOS untuk Android. Sebuah kelompok bernama OOSexGang mengatakan proyek HackiOS mereka berhasil menjalankan iOS 16.5 pada Poco X5 Pro.

Mereka menggunakan Unified Extensible Firmware Interface (UEFI) kustom yang digunakan ketika proses booting untuk menghubungkan dan menyiapkan komponen hardware sebelum iOS dimuat sehingga dapat menjalankan XNU.

Kode HackiOS belum dibagikan secara open source. Pengembangnya baru menunjukkan video demo terbaru yang menampilkan aktivitas browser Safari untuk mengunduh aplikasi Android dari APKMirror, tapi gagal membukanya sebagaimana iPhone pada umumnya.

Mereka mengatakan sedang dalam penyempurnaan akhir dan jika berhasil akan membagikan proyek ini secara gratis dan terbuka, tanpa biaya sama sekali.

Percobaan-percobaan semacam ini banyak digemari pengguna, seiring perkembangan AI yang mampu membantu proses coding atau perbaikan (debugging) dengan sangat cepat.

Selain menjalankan iOS di ponsel Android, beberapa hari yang lalu juga tampak perusahaan keamanan yang menunjukkan keberhasilannya melakukan jailbreaking iPhone 18 Pro. Mereka berhasil meraih akses root yang tetap bertahan meskipun ponsel dimuat ulang.

Gerakan semacam ini juga dipicu oleh Reverse Engineer Anything (REA), perangkat lunak atau toolkit gratis yang memungkinkan AI sebagai coding assistant menganalisis struktur kode dan mendekonstruksikannya, misalnya menjalankan demo GTA V di iOS.

[Gambas:Video CNN]

Umumnya produsen hardware menjual perangkat keras yang dikunci bersama sistem operasinya. Ketika software tersebut memasuki status End-of-Life (EOL) atau usang, perangkat biasanya tidak bisa lagi menjalankan aplikasi tertentu.

Dengan menembus batasan antara hardware dan software, perangkat lawas dan murah akan terbebas dari ekosistem tertutup yang dirancang produsen. Dengan demikian, perangkat tersebut mampu menjalankan sistem operasi alternatif apa pun, mulai dari custom OS hingga cross-platform booting.

(fta/lom)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK