Bill Gates Peringatkan Dunia Hadapi Gejolak AI Selama 20 Tahun

CNN Indonesia
Minggu, 25 Okt 2026 02:00 WIB
Bill Gates gestures as he speaks during a meeting with Indonesian President Prabowo Subianto and Indonesian authorities at the Merdeka Palace in Jakarta, Indonesia, May 7, 2025. REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana
Ilustrasi. Bill Gates ingatkan damoak AI hingga 20 tahun ke depan. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) diperkirakan membawa perubahan besar terhadap kehidupan manusia, mulai dari dunia kerja hingga peran manusia di masyarakat. Pendiri Microsoft, Bill Gates, memperingatkan masa transisi menuju ekonomi berbasis AI berpotensi memicu gejolak ekonomi dan sosial selama dua dekade.

Dalam wawancara di podcast Decoder yang dirilis pada Kamis, Gates mengatakan perkembangan AI akan menciptakan kelompok yang diuntungkan dan dirugikan. Perubahan tersebut berpotensi mengubah struktur ketenagakerjaan serta memunculkan pertanyaan mengenai peran manusia ketika semakin banyak pekerjaan dapat dilakukan oleh mesin.

"Kekhawatiran terbesar saya adalah masa transisi 20 tahun ini, ketika akan ada pihak yang diuntungkan dan dirugikan serta banyak gejolak," kata Gates, dikutip dari laporan The Nation.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gates menegaskan, perkiraan 20 tahun tersebut bukanlah prediksi pasti. Masa transisi bisa berlangsung lebih singkat atau lebih panjang, bergantung pada perkembangan teknologi dan keputusan manusia dalam mengatur laju pengembangannya.

Ia menilai masyarakat perlu melewati periode penuh perubahan tersebut sebelum berpotensi memasuki era kelimpahan, ketika teknologi mampu menyediakan barang dan jasa secara lebih luas.

Robot AI bisa gantikan banyak pekerjaan manusia

Gates mengatakan kemajuan AI dan robot humanoid berpotensi membuat mesin mampu mengambil alih sebagian besar pekerjaan fisik yang selama ini dilakukan manusia.

Pekerjaan tersebut mencakup pembangunan rumah, produksi pangan, hingga tindakan medis seperti operasi. Jika kemampuan ini berkembang sesuai harapan, teknologi dapat membantu mengurangi kekurangan tenaga kerja sekaligus meningkatkan ketersediaan barang dan jasa.

Namun, perubahan itu juga menimbulkan pertanyaan mengenai pekerjaan apa yang masih akan dilakukan manusia ketika mesin semakin mampu menangani berbagai tugas.

Gates menilai masyarakat mungkin tetap memilih mempertahankan sejumlah aktivitas untuk dilakukan manusia, meskipun teknologi sudah mampu mengambil alih pekerjaan tersebut.

Pengasuhan anak, menyiapkan makanan, seni, dan olahraga menjadi beberapa contoh aktivitas yang mungkin tetap melibatkan manusia karena nilai pengalaman dan interaksi di dalamnya.

Dengan demikian, kemajuan AI tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mesin menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga keputusan sosial mengenai peran manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Di tengah kekhawatirannya, Gates juga menyoroti manfaat AI, terutama di sektor kesehatan dan pertanian. Di bidang kesehatan, perkembangan teknologi ini berpotensi membantu meningkatkan layanan medis. Sementara di sektor pertanian, AI dapat mendukung proses produksi pangan dan membantu mengatasi berbagai tantangan dalam penyediaan kebutuhan masyarakat.

Meski demikian, Gates memperingatkan pemerintah dan masyarakat belum cukup siap menghadapi pesatnya perkembangan teknologi tersebut. Ia mendorong pengawasan pemerintah yang lebih kuat serta penerapan perlindungan teknis untuk mengantisipasi risiko AI, termasuk serangan siber dan ancaman biologis.

Menurut Gates, perusahaan pengembang AI tidak bisa menjadi satu-satunya pihak yang bertanggung jawab mengelola risiko tersebut. Pemerintah dan masyarakat juga perlu terlibat dalam menentukan bagaimana teknologi dikembangkan dan digunakan.

Ia memperingatkan bahwa, bahkan dalam skenario terbaik sekalipun, perkembangan AI dapat membawa salah satu periode paling penuh gejolak dalam sejarah manusia.

"Saya tidak suka menjadi pembawa kabar yang mengkhawatirkan mengenai hal ini, tetapi akan lebih buruk jika tidak memberi tahu orang-orang bahwa ini akan terjadi. Kita sebagai manusia punya pilihan tentang bagaimana membentuknya," ujar Gates.

Peringatan tersebut menegaskan bahwa masa depan AI tidak hanya ditentukan oleh seberapa canggih teknologi yang diciptakan, tetapi juga oleh keputusan manusia dalam mengelola dampaknya terhadap ekonomi, pekerjaan, dan kehidupan sosial.

(tis/tis)
placeholder