Samsung Berencana Pangkas Produksi Jutaan HP, Galaxy A Jadi Korban
Samsung dilaporkan berencana untuk memangkas produksi jutaan ponsel Galaxy dari kelas entry-level dan menengah. Apa alasannya?
Laporan dari ETNews menyebut Samsung akan memangkas produksi ponsel dari lini Galaxy A Series sekitar 20 persen. Pemangkasan ini dilakukan karena Samsung berencana memindahkan modal untuk komponen, tenaga kerja, dan kapasitas pabrik yang awalnya untuk Galaxy A Series ke produk flagship.
Pasalnya, Samsung menilai produk yang lebih mahal lebih berpeluang menghasilkan keuntungan dalam kondisi pasar saat ini.
Untuk perangkat kelas menengah, biaya memori dan chipset yang membengkak kini memakan sekitar setengah dari keseluruhan biaya produksi.
Pemangkasan produksi sekitar 20 persen perangkat Galaxy A Series ini dikatakan setara dengan sekitar 10 juta unit. Samsung berencana untuk mulai memangkas produksi hingga tahun 2027.
"Pesanan komponen untuk kuartal keempat telah menurun sekitar 20 persen dibandingkan dengan rencana produksi pada awal tahun. Dalam basis tahunan, ini mewakili penurunan sekitar 10 juta unit," tulis ETNews dalam laporannya.
ETNews menyebut divisi Mobile Communications (MX) Samsung Electronics mengalami kerugian tahun ini. Oleh sebab itu, Samsung berencana untuk mengurangi jumlah produksi ponsel Galaxy A lebih dari 10 persen pada tahun depan.
"Situasinya kritis karena divisi Mobile Communications (MX) Samsung Electronics menderita kerugian tahun ini. Rencananya adalah memangkas produksi seri Galaxy A lebih dari 10 persen pada tahun depan juga," jelasnya, dikutip dari 9to5Google, Senin (26/10).
Meski Samsung tidak terlalu banyak memperoleh keuntungan yang lebih kecil pada Galaxy A Series, perangkat kelas entry-level dan menengah perusahaan tersebut menyumbang porsi besar dari total penjualan Samsung.
Ponsel Samsung terlaris hampir selalu berasal dari perangkat Galaxy A Series entry-level atau menengah, meski Galaxy S26 Series memecahkan rekor tersebut pada awal tahun ini.
Sebagai informasi, riset dari Counterpoint Research mengungkap Samsung menduduki peringkat pertama di pasar ponsel global pada kuartal ketiga 2026. Perusahaan meraup pangsa pasar sekitar 23 persen.
Posisi ini dipengaruhi oleh permintaan pasar yang kuat terhadap Galaxy Z Fold 8, serta pasokan komponen yang stabil mendukung penjualan seri Galaxy A di segmen menengah pasar negara berkembang.
Meski menduduki peringkat teratas, Samsung turut mengalami penurunan pengiriman perangkat sebesar 3 persen.
Samsung dinilai berfokus pada perangkat dengan harga jual rata-rata (ASP) yang lebih tinggi dan pertumbuhan pendapatan. Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan nilai penjualan meski volume pengiriman menurun.
Counterpoint menilai strategi menyasar segmen premium dan peluncuran ponsel lipat yang sukses turut berkontribusi terhadap kinerja Samsung di pasar smartphone.
(nad/lom)