Rival Starlink Asal China Target Luncurkan 10 Ribu Satelit hingga 2030

CNN Indonesia
Jumat, 30 Okt 2026 12:15 WIB
Perusahaan China, SpaceSail, rencanakan peluncuran 10.000 satelit pada 2030 untuk bersaing dengan Starlink.
Ilustrasi. Perusahaan China, SpaceSail, rencanakan peluncuran 10.000 satelit pada 2030 untuk bersaing dengan Starlink. (Foto: Tangkapan layar instagram @starlink_satellites)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perusahaan internet satelit asal China, SpaceSail, bersiap meluncurkan 10.000 satelit ke orbit pada 2030 mendatang, mengejar dominasi satelit Starlink milik Elon Musk.

Sejauh ini, SpaceSail telah memiliki beberapa ratus satelit. Jumlah 10.000 satelit yang ditargetkan kurang lebih setara dengan satelit Starlink yang saat ini mengorbit Bumi.

Mengutip BGR, SpaceSail merupakan perusahaan internet satelit yang didukung oleh pemerintah Kota Shanghai, China. Kehadiran SpaceSail dinilai menjadi salah satu upaya besar pertama di industri ini untuk menyaingi dominasi Starlink milik Elon Musk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

SpaceSail merupakan nama yang digunakan untuk pasar internasional, sedangkan nama asli konstelasi satelitnya ialah Qianfan, yang secara harfiah berarti "seribu layar". Konstelasi ini dikelola oleh Shanghai Spacesail Technologies Co Ltd.

Pada Agustus 2026, SpaceSail berhasil meraih pendanaan sebesar 7 miliar yuan atau sekitar US$ 1 miliar.

Sejumlah investor yang terlibat antara lain ialah Shanghai Alliance Investment dan CAS Star. Pendanaan tersebut berhasil mendorong valuasi perusahaan mencapai 50 miliar yuan atau sekitar US$7,4 miliar.

SpaceSail menambahkan satelit baru pada 15 September 2026. Dalam peluncuran tersebut, perusahaan mengirimkan satelit uji coba yang dirancang untuk mendukung kapasitas transimisi data besar.

Proyek SpaceSail mulai berjalan pada 2024, sementara perangkat pertamanya diproduksi pada 2023.

Lantas, apakah kemampuan SpaceSail mampu menyamai Starlink?

Saat ini, SpaceSail masih menggunakan satelit generasi pertama. Satelit ini disebut mampu menghadirkan kecepatan unduh hingga 20 Mbps dan kecepatan unggah 5 Mbps ke ponsel.

Sebagai perbandingan, Starlink saat ini menjanjikan kecepatan internet hingga lebih dari 400 Mbps di mana pun. Namun, kecepatan yang diperoleh pengguna pada akhirnya bergantung pada lokasi serta perangkat keras yang digunakan dari perusahaan tersebut.

Kemampuan satelit buatan China ini dinilai belum menyamai teknologi yang dimiliki Starlink. Meski demikian, SpaceSail diperkirakan akan mulai meluncurkan satelit generasi kedua dan ketiga dalam beberapa bulan mendatang.

Lebih lanjut, SpaceSail tidak hanya menyasar konsumen individu. Model bisnis perusahaan ini nampaknya lebih banyak berfokus pada pelanggan perusahaan atau sektor bisnis, serta menyediakan layanan bagi pasar internasional.

Selain Starlink, SpaceSail memiliki pesaing lain di dalam negeri, yaitu China Satellite Network Group. Perusahaan ini turut didukung oleh pemerintah China.

China Satellite Network Group menargetkan pembangunan konstelasi berisi 13.000 satelit setelah proyeknya rampung.

Konstelasi yang dikenal dengan nama GuoWang ini telah meluncurkan satelit secara berkala sepanjang 2026. Peluncuran terakhir yang tercatat berlangsung pada 10 Oktober 2026.

(nad/lom)
placeholder
LIHAT SELENGKAPNYA