Perusahaan perangkat lunak desain grafis berbasis cloud, Canva, dilaporkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan karyawannya. Alasan PHK ini dikarenakan adanya perombakan dalam organisasi perusahaan.
CEO Canva Melanie Perkins mengumumkan bahwa perusahaannya memangkas atau memindahkan lebih dari 1.271 karyawan atau sekitar 22 persen dari total tenaga kerja.
Canva disebut melakukan perombakan dalam organisasinya yang mencakup penggabungan antara tim product, growth dan platfrom. Perusahaan asal Australia ini juga akan menyederhanakan jenjang organisasi serta menggabungkan sejumlah tanggung jawab pekerjaan yang saling tumpang tindih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk sebagian karyawan, perubahan ini berarti adanya penyesuaian posisi atau permintaan untuk pindah ke kantor pusat yang telah ditentukan. Sayangnya, perubahan ini juga berarti kami harus berpisah dengan rekan kerja dan teman-teman yang telah membantu membangun Canva hingga menjadi seperti sekarang," tulis Perkins dalam pesan yang dibagikan kepada para karyawannya, dikutip dari The Verge, Rabu (4/11).
Perkins menjelaskan langkah ini dilakukan untuk mempersiapkan perusahaan menghadapi satu dekade mendatang.
Menurutnya, perusahaan perlu membangun Canva kembali ke prinsip awal, yaitu memiliki tim-tim kecil dengan wewenang dan kebebasan untuk mengambil keputusan, bertanggung jawab atas pekerjaan mereka, serta berfokus pada hal-hal terpenting bagi komunitas mereka.
Ia turut mengaku bahwa pihaknya telah mempertimbangkan berbagai alternatif, selain memangkas sejumlah karyawannya. Namun, akhirnya mereka sampai pada keputusan untuk melakukan perombakan yang besar di perusahaan.
"Setelah mempertimbangkan berbagai alternatif, saya sampai pada kesimpulan sulit bahwa perubahan kecil saja tidak akan cukup," kata Perkins.
"Untuk mempersiapkan perusahaan menghadapi satu dekade mendatang, kita perlu membangun kembali Canva dengan kembali ke prinsip awal, yaitu tim-tim kecil yang memiliki wewenang dan kebebasan untuk mengambil keputusan, bertanggung jawab atas pekerjaan mereka, serta berfokus pada hal-hal yang paling penting bagi komunitas kami," tambah.
Bagi karyawan yang terdampak, mereka akan mendapatkan sejumlah kompensasi dan fasilitas, termasuk gaji selama minimal enam bulan, jaminan layanan kesehatan selama 12 bulan serta dukungan untuk membantu mereka mendapatkan pekerjaan selanjutnya.
Lebih lanjut, sebagai bagian dari rencana Canva, Sydney akan dijadikan sebagai lokasi utama bagi lebih banyak tim produk.
Kota tersebut juga akan menjadi lokasi kerja bagi karyawan dari sejumlah divisi spesialis lainnya yang membutuhkan pemahaman bersama dan kolaborasi lebih erat.
Canva juga akan mewajibkan sebagian besar karyawan dengan sistem hybrid untuk bekerja dari kantor selama dua hingga tiga hari setiap pekan. Kebijakan ini akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing divisi.
(nad/lom)

