"Perusahaan seperti PT Novartis mem-PHK 100 orang dari total 300 orang di Kuningan, Jakarta Selatan; PT Sandoz 200 orang dari 300 orang di Pasar Rebo, Jakarta Timur; PT Sanopi Aventis lima orang kemungkinan menjadi 100 orang dari 300 orang di Jalan A.Yani, Jakarta Timur," kata Presiden KSPI Said Iqbal Senin (8/2).
Said mengatakan, selain tiga perusahaan tadi pihaknya juga mencatat terdapat sejumlah perusahaan farmasi lain yang berencana merumahkan ratusan buruhnya, seperi PT Merck, PT Glaxo, PT Jhonson and Jhonson.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menegaskan, pemerintah harus turun tangan guna menghentikan gelombang PHK.
Sebelumnya, sekitar 30.000 buruh melakukan aksi demonstrasi di kawasan Monumen Nasional, Jakarta, Sabtu (6/2) yang diikuti aksi serempak di beberapa kota besar untuk menuntut penghentian PHK dari sejumlah perusahaan asing di Tanah Air.
Sejumlah perusahaan elektronik asal Jepang dan Korea pun diberitakan menutup kantor pabrik perwakilannya di Indonesia sehingga menyebabkan ribuan buruh pabrik terancam diputus hubungan kerja dan menganggur.