Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dikutip Senin (28/3), pendapatan bersih Bakrie & Brothers merosot 26,92 persen menjadi Rp4,66 triliun pada 2015, dari Rp6,37 triliun pada tahun sebelumnya.
Dalam pos pendapatan bersih, performa pendapatan di lini usaha infrastruktur dan manufaktur tercatat anjlok 32,82 persen menjadi Rp3,27 triliun pada 2015, dari Rp4,87 pada tahun sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total beban perseroan naik tipis sebesar 3,25 persen menjadi Rp6,3 triliun pada 2015, dari Rp6,11 triliun pada tahun sebelumnya. Padahal, kontributor terbesar, yaitu beban pokok pendapatan turun 29,69 persen menjadi Rp2,71 triliun pada 2015, dari Rp3,85 triliun di tahun sebelumnya.
Hal itu masih ditambah adanya rugi yang direalisasi atas perubahan nilai wajar investasi saham yang diperdagangkan sebesar Rp137,78 miliar pada 2015. Padahal, di tahun sebelumnya tidak ada pembukuan di pos tersebut.
Lebih lanjut, kinerja Bakrie & Brothers masih menerima hantaman lain berupa rugi selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali senilai Rp179,14 miliar pada 2015. Berbanding terbalik dari capaian 2014 yang tercatat untung Rp5,04 miliar.
Dari sisi nilai total aset, Bakrie & Brothers mencatatkan nilai Rp9,18 triliun per 31 Desember 2015, turun 18 persen dari periode yang sama 2014 dimana aset tercatat hingga Rp11,31 triliun. Sementara itu liabilitas atau kewajiban Bakrie & Brothers pada tahun lalu turun tipis menjadi Rp13,12 triliun, dari Rp13,5 trilin di tahun 2014. (gir)