Dari sisi penjualan bersih konsolidasi, sebenarnya Indofood mengalami pertumbuhan sebesar 0,7 persen menjadi Rp64,06 triliun pada 2015, dari Rp63,59 triliun sepanjang tahun 2014. Kelompok usaha strategis produk konsumen bermerek (CBP), Bogasari, agribisnis dan distribusi masing-masing memberikan kontribusi sekitar 49 persen, 24 persen, 19 persen dan 8 persen.
Direktur Utama Indofood Anthoni Salim mengatakan, dengan tidak memperhitungkan akun non-recurring dan selisih kurs, core profit, yang mencerminkan kinerja operasional juga masih mengalami penurunan hingga 9,8 persen menjadi Rp3,56 triliun, dari Rp3,95 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun lini bisnis penyumbang terbesar, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk membukukan penaikan penjualan bersih konsolidasi sebesar 5,7 persen menjadi Rp31,74 triliun pada 2015, dari Rp30,02 triliun di tahun sebelumnya.
Laba usaha Indofood CBP tumbuh 25,3 persen menjadi Rp3,99 triliun pada 2015, dari Rp3,19 triliun di tahun sebelumnya. Sementara laba bersih perseroan juga naik 13,5 persen menjadi Rp3 triliun pada 2015, dari Rp2,64 triliun pada tahun sebelumnya. Adapun marjin laba bersih Indofood CBP naik menjadi 9,5 persen dari sebelumnya 8,8 persen.
“Kami gembira dengan perkembangan ekonomi dalam negeri yang terjadi hingga saat ini dan berharap tahun 2016 akan menjadi tahun yang lebih baik, sehingga kami dapat melanjutkan pertumbuhan di seluruh divisi. Namun kami akan tetap waspada terhadap tantangan-tantangan baru yang mungkin akan timbul,” katanya.