Direktur Utama BRI Asmawi Syam menyatakan, satelit milik perseroan yang bernama BRIsat tersebut tengah melanjutkan proses serah terima (hand over) dari pihak Space System/Local (SSL), perusahaan manufaktur BRIsat asal Amerika Serikat. Seperti diketahui, BRIsat dibawa ke orbit menggunakan roket peluncur Ariane 5 dari Bandar Antariksa Guyana di Kourou.
"Satelit kami sudah di langit Papua, sekarang lagi proses melanjutkan untuk serah terima," ujar Asmawi, Senin (11/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, BRI tidak bisa menggunakan BRIsat begitu saja sebelum satelit tersebut masuk dalam uji kelayakan yang akan dilakukan oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).
Asmawi berharap BRIsat ini dapat memperluas jangkauan layanan keuangan ke daerah-daerah pelosok dan memasok infrastruktur digital kepada 59 ribu agen laku pandai BRI.
"Agar yang ada bisa kami manfaatkan sebesar-besarnya, juga untuk kembangkan yang laku pandai juga butuh transponder juga," katanya.
Sebagai informasi, total dana investasi BRIsat sebesar Rp3,375 triliun. Satelit tersebut resmi meluncur ke orbit pada Minggu pukul 04.39 WIB, atau Sabtu (18/6) pukul 17.30 WIB waktu Kourou, French Guyana, Amerika Selatan. (gen)