"BRIsat membawa era baru dalam dunia perbankan, dan juga merupakan langkah awal dalam industri finansial secara global," ujarnya dalam sambutan pascapeluncuran BRIsat yang disiarkan langsung oleh laman resmi perusahaan antariksa Arianespace, di Jakarta, Minggu (19/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sis Apik Wijayanto, Direktur Konsumer BRI mengatakan, BRIsat akan mempermudah bank dengan laba terbesar di Indonesia tersebut untuk mendiversifikasi produk perbankan, khususnya produk yang memerlukan teknologi mutakhir.
Lihat juga:Satelit BRI Akhirnya Mengorbit |
Selain itu, Sis menambahkan, BRIsat akan meningkatkan efisiensi perseroan dengan estimasi penurunan 40 persen dari total biaya operasional penyewaan satelit. Sebelum BRIsat hadir, perseroan harus merogoh kocek Rp500 miliar per tahun untuk menyewa satelit.
"Percepatan unit kerja baru BRI, karena otomatis pengendalian satelit ada dibawah BRI, tidak bergantung pada perusahaan lain," terang dia.
Dalam pengoperasian BRIsat, BRI mengerahkan 53 teknisinya yang sudah dilatih di perusahaan manufaktur satelit, Space System Lorel, Amerika Serikat.
Merujuk data yang dilansir Arianespace, setelah beroperasi, BRIsat akan menyediakan teknologi untuk kegiatan perbankan yang diperlukan lebih dari 10.600 kantor cabang BRI, 236 ribu gerai jaringan elektronik dan 53 juta nasabah BRI.
BRIsat akhirnya resmi meluncur ke orbit pada Minggu pagi ini pukul 04.39 WIB, atau Sabtu (18/6) pukul 17.30 WIB waktu Kourou, French Guyana, Amerika Selatan. BRIsat dibawa oleh roket peluncur Ariane 5 dari Bandar Antariksa Guyana di Kourou.
Rencananya, BRIsat akan mengorbit di atas Pulau Papua, Indonesia. Adapun, orbit tujuannya adalah Geostationary dengan titik koordinat 150.5 derajat Lintang Timur.
Setelah menemukan orbit, dan penyerahan resmi dari SSL ke BRI, BRIsat akan efektif beroperasi memfasilitasi layanan perbankan dengan estimasti waktu 50 hari pascapeluncuran atau pada pekan kedua Agustus 2016.
BRIsat sebelumnya sempat mengalami tiga kali penundaan peluncuran karena kerusakan teknis pada roket peluncur, serta gangguan cuaca. (bir)