“Arahannya kira-kira Rp30 triliun,” tutur Direktur Keuangan dan Investasi SMI Edwin Syahruzad, kemarin.
Edwin mengungkapkan perusahaannya telah menyiapkan beberapa instrumen untuk menampung aliran dana masuk diantaranya obligasi, surat utang jangka menengah (Medium Term Notes), dan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Masih dalam proses saat ini,” ujar Edwin tanpa menyebut target obligasi yang bakal dirilisnya.
Lebih lanjut, dana masuk tersebut nantinya digunakan sebagai alternatif pembiayaan sejumlah proyek infrastruktur, salah satunya proyek jalan tol nasional.
“Kami juga menyadari bahwa tidak akan secepat itu (dana) disalurkan yang penting kami menyukseskan bahwa ada alternatif instrumen yang bisa menjadi sarana buat menampung dana repatriasi dan instrumen itu aman serta memiliki dampak pada infrastruktur,” ujarnya.