"Target Trade Expo ini mendekati US$1 miliar. Setidaknya tidak lebih rendah dari tahun 2015 lalu sebesar US$909 juta," ungkap Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di sela acara ITE 2016.
Enggar memastikan, sekalipun perekonomian global masih lesu, namun transaksi perdagangan dalam perhelatan ITE 2016 dipastikan tetap bergairah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara rinci, kata Enggar, ITE 2016 bukan hanya menghasilkan transaksi langsung, lebih jauh, ITE 2016 diproyeksi dapat menghasilkan banyak hubungan bilateral antar Indonesia dengan sejumlah negara.
Tak hanya dari sisi perdagangan, Enggar mengungkapkan, perhelatan ITE 2016 dapat menjadi lahan kerja bagi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong untuk meluaskan jaringan investasi.
"Nanti BKPM akan mengadakan investment forum, ini bagus untuk jaring investasi, kenalkan Indonesia," ujarnya.
Enggar meyakini, perhelatan ITE 2016 bisa mewujudkan harapan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) untuk menggedor daya saing produk Indonesia dengan meningkatkan kualitas produk, melakukan pembiayaan yang efisien, dan menciptakan iklim perdagangan yang kondusif.
Skema Produk Unggulan
Guna menggenjot kinerja perdagangan, Enggar mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan sejumlah produk unggulan baru untuk menembus pasar ekspor Indonesia ke sejumlah negara.
"Kami sedang kembangkan produk unggulan yang baru, jangan bergantung pada produk yang dulu. Produknya itu masih kami lihat dari hasil Unit Kecil Menengah (UKM)," ucap Enggar.
Kemudian, kata Enggar, produk unggulan ini akan dirancang untuk masuk ke sejumlah pasar baru, seperti beberapa negara yang sudah dibidik oleh Presiden Jokowi, yakni Afrika, India, Bangladesh, sampai Iran.
"Seperti yang sudah disampaikan oleh Presiden, kita masuk ke sana, kita sesuaikan dengan selera masing- masing negara," imbuhnya. (gir/gen)