Penghargaan PGA 2015 memiliki 27 kategori. Dalam setiap kategori, dipilih lima bintang dan program televisi dengan rating teratas. Data tersebut didapat dari lembaga survei AC Nielsen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harus Mengubah Metode
"Tahun ini yang penting sukses dulu. Tentang bagaimana mengubahnya baru kita pikirkan setelah ini. Mudah-mudahan tahun depan paling tidak ada beberapa kategori yang bisa komite PGA pilih sendiri. Bukan yang terfavorit, tapi yang terbaik. Tahun ini baru ada dua kategori baru, special event dan berita," papar Wendy.
Sebagai panitia, Wendy berkeinginan untuk mengubah penilaian PGA menjadi kualitatif, walaupun dia mengakui metode kualitatif juga tak luput dari kesalahan.
"Sebenarnya yang lebih fair itu metode kuantitatif, dengan SMS dan Twitter. Tapi yang didapat terfavorit bukan yang terbaik. Kalau pakai metode kualitatif akan bagus, kayak Festival Film Indonesia. Meski tetap aja ada kurangnya," ucap Wendy.
"Ini yang jadi pertimbangan kami, apakah akan dibuat komite khusus untuk PGA. Yang pasti tahun depan semua program stasiun televisi akan kami data. Kemungkinan setiap kategori jadi ada 14 nominasi," lanjut Wendy.
PGA 2015 disiarkan hanya di stasiun televisi RCTI, meski beberapa tahun sebelumnya ditayangkan di beberapa stasiun televisi lain secara bersamaan.
Wendy menjamin sistem penilaian PGA tetap netral, apalagi setelah isu manipulasi di penghargaan Indonesian Movie Awards 2015 yang disiarkan oleh RCTI.
"PGA kita jamin netral. Kami sebagai penyelenggara tidak punya kaitan terhadap pihak apa pun. Kalau sekarang tayang di stasiun televisi RCTI, kebetulan saja. Mungkin setahun atau dua tahun lagi beralih ke televisi lain," kata Wendy.
Menutup pembicaraan, Wendy sekaligus berharap bahwa tahun depan PGA bisa kembali disiarkan oleh beberapa stasiun televisi. (ard/vga)