Tidak ada yang mampu melupakan ciri khas OM PMR. Lagunya nyeleneh, gayanya unik. Kekocakan mereka selalu ditunggu masyarakat dari berbagai kalangan. Sempat vakum 20 tahun lamanya, OM PMR tidak menghilang begitu saja. Terlihat di akun Twitter-nya, pelantun Judul-judulan dan Bintangku Bintangmu itu masih aktif tampil di sana-sini.
Baru-baru ini, kantor redaksi CNNIndonesia.com menjadi salah satu panggung OM PMR. Rabu (18/5) lalu, OM PMR menampilkan beberapa lagu, seperti Jumat Kliwon dan lagu baru, Topan (Tato atau Panu).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di setiap penampilannya, Jhonny juga kerap membawa kertas yang isinya lirik lagu. Itu digunakannya Jhonny jika ia menyanyikan lagu yang belum dihafalnya. Namun ketika disinggung soal lupa lirik, Adjie sang pemain perkusi berkata, "Itu action aja sebenernya."
Keunikan OM PMR tidak hanya bergema di Indonesia saja. Sejumlah masyarakat luar negeri ternyata ikut menikmati lagu-lagu dari orkes itu, seperti Hong Kong dan Australia. Sayangnya, ketika berkesempatan untuk tampil di Amerika, OM PMR menolaknya.
"Karena di sana musim salju, akhirnya kami enggak jadi ke sana," ujar Adjie bercanda.
Usia memang tidak menghalangi grup orkes itu untuk terus berkarier. Hingga kini, OM PMR telah menghasilkan 15 album, termasuk mini album terbarunya yang bertajuk Orkeslah Kalau Bergitar. Saat ini OM PMR tengah fokus dengan mini album dan proyek lainnya, yaitu serial web yang ditayangkan di YouTube. (rsa)