Sisipan yang diberikan oleh Ardian dalam komik Marvel tersebut membuat heboh dunia maya beberapa waktu terakhir lantaran simbol itu merupakan lambang dari surat Al-Maidah ayat 51 serta aksi demo 212.
Setelah kehebohan di forum daring Reddit, pihak Marvel menyatakan akan mengambil tindakan tegas. Dan melalui unggahan di media sosialnya, Selasa (11/4), Ardian pun mengakui kariernya sudah berakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lalu pada Senin (10/4) malam, saya dapat surat [pemutusan kontrak]," katanya lebih lanjut.
"Saya masih belum ingin komik lagi, masih banyak pikir dan ingin mendinginkan diri. Tawaran sudah banyak setelah umumkan karier saya tamat, tapi belum saya tindak lanjuti. Mau rehat dulu," ungkapnya.
"Mau kerja selain komik, kalau jadi tapi belum bisa bilang," kata dia lebih lanjut.
[Gambas:Facebook]
Kembali ke Marvel, Dipecat Marvel
Ardian lalu mengisahkan bahwa komik X-Men Gold #1 merupakan proyek pertama dia setelah bergabung kembali dengan Marvel.
Dia semula mengira, andai kehebohan akibat simbol itu tidak muncul, ia akan terus bekerja sama dengan Marvel.
"Ini bukan pertama, sebelum gabung DC pada 2009 saya pernah bekerja juga dengan mereka, kemudian setelah tujuh tahun kembali lagi ini jadi proyek pertama saya lagi dengan Marvel," kata Ardian.
Tapi itu tidak berlangsung lama. Mimpi buruk berupa kehebohan di forum daring pun menyeruak dan menyeret Ardian menjadi 'bulan-bulanan' protes yang berakhir pada pemutusan kontrak dia dengan Marvel.
"Ada oknum dari Indonesia yang tahu ada '212' dan 'QS5:51' lalu membuat surat terbuka. Mereka menyatakan kalau angka itu punya kesan kebencian, intoleran, dan mereka mention ke Marvel" tutur Ardian.
"Yang jelas saya tidak anti Yahudi atau anti Kristen. Orang yang kenal saya langsung tidak mungkin berpikir seperti itu," kata Ardian.
Pria kelahiran Tulungagung Jawa Timur itu kemudian mengatakan bahwa tujuan dia memasukkan angka tersebut hanya untuk mengabadikan momen semata.
"Saya pun ingin mengabadikannya, sama seperti orang tulis nama di batu atau pohon."