Kepolisian setempat masih menyelidiki ledakan yang terjadi di kelab malam Movida, kota di pinggiran Kuala Lumpur, sekitar pukul 2.30 pagi. Saat itu, sekitar 20 pelanggan tengah menonton siaran langsung pertandingan Italia melawan Spanyol dalam laga Piala Eropa 2016.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Komandan Kepolisian Selangor, Abdul Rahim Jaafar, menyatakan kepada The Star bahwa ledakan itu berasal dari granat tangan dan polisi masih menyelidiki kasus ini sebagai upaya percobaan pembunuhan dan mengesampingkan motif teror.
Ia menambahkan bahwa investigasi akan menentukan apakah serangan ini bermotif persaingan bisnis, balas dendam, atau ada individu yang ditargetkan.
Bernama melaporkan bahwa ledakan ini mengakibatkan sebuah mobil yang berjarak 30 meter dari lokasi kejadian rusak parah.
Dikutip dari Reuters, serangan serupa terjadi pada 2014, ketika seorang pria tewas dan 12 lainnya terluka dalam serangan bom yang meledak di sebuah kelab malam di Kuala Lumpur. (stu)