Salah satu sumber mengatakan, politisi Partai Demokrat itu tidak setuju jika AS harus menyediakan bantuan senjata ke Manila karena adanya dugaan pelanggaran HAM yang semakin mengkhawatirkan di Filipina.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Kemlu AS sendiri tidak memberikan tanggapan mengenai persoalan ini.
Sebelumnya, Duterte sendiri menyatakan ketidakpeduliannya terkait penghentian bantuan senjata dari AS. Duterte menyatakan, Rusia dan China telah bersedia memenuhi pasokan senjata yang dibutuhkan Filipina.
Hubungan AS dengan Filipina sebagai sekutu lama memburuk setelah beberapa pernyataan retorik Duterte menyiratkan ketidaksukaannya berada di bawah pengaruh AS.
Dalam kunjungannya ke China beberapa waktu lalu, Duterte juga mengumumkan "perceraian" antara Filipina dan AS. Duterte juga menyiratkan niat merapat ke Rusia. Baik China dan Rusia merupakan rival AS di kawasan. (has/ama)