Logo Kursi Panas DKI 1

Djarot Diusir dari Masjid, Ibu-Ibu Pengajian Berselawat

Lalu Rahadian & Gilang Fauzi
Jumat, 14/04/2017 16:19 WIB
Djarot Diusir dari Masjid, Ibu-Ibu Pengajian Berselawat Usai diusir dari Masjid Jami Al'Atiq, Tebet, Djarot pergi ke Ciracas untuk mengikuti acara Jakarta Berselawat yang dihadiri ratusan ibu-ibu pengajian. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

Jakarta, CNN Indonesia -- Djarot Saiful Hidayat diusir warga usai salat Jumat di Masjid Jami Al'Atiq, Tebet, Jakarta Selatan. Djarot pun terpaksa buru-buru meninggalkan masjid karena jemaah dan pengurus masjid kadung mengusirnya.

Diberitakan detikcom, Jumat (14/4), beberapa jemaah meneriaki Djarot dengan melafalkan takbir. Mereka meminta Djarot untuk segera meninggalkan masjid.

"Allahu Akbar, Allahu Akbar," teriak sejumlah jemaah seperti dikutip detikcom. "Usir, usir, usir. Pergi, pergi," sahut jemaah lain.

Djarot yang saat itu sudah berada di luar masjid segera meninggalkan lokasi. Dia hanya melepas senyum kepada warga yang menolak kehadirannya.

Tak semua warga menolak kehadiran Djarot, karena ada juga warga yang menyambut hangat kedatangan calon wakil gubernur itu. Mereka bahkan sempat mengajak Djarot berfoto bareng.
 
Berselawat galang dukungan

Usai diusir dari masjid Tebet, Djarot lantas pergi ke Ciracas, Jakarta Timur, untuk menghadiri acara Jakarta Berselawat yang digelar oleh tim pemenangan dan mesin politik pengusung Ahok-Djarot.

Turut hadir di Gelangang Olahraga Ciracas, Ketua Umum PPP Djan Faridz, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham, Ketua DPD Hanura DKI Jakarta Ongen Sangaji, dan Wakil Sekjen Partai Golkar Ace Hasan Syadzily.

Saat Djarot tiba di lokasi, sambutan meriah diberikan ratusan ibu-ibu yang mengikuti acara pengajian. Ia sempat membalas sambutan tersebut dengan mengacungkan dua jarinya ke udara.

"Acara ini dimaksudkan sebagai upaya kita mendoakan masyarakat DKI Jakarta agar Pilkada ini berlangsung dengan aman, damai, tidak ada konflik di tengah masyarakat gara-gara Pilkada, tidak mengkafirkan karena perbedaan pendapat," kata Ace Hasan pada pembukaan acara.
Setelah itu, Djan Faridz berkata bahwa dirinya tak takut ditolak disalatkan jika meninggal hanya karena memilih Ahok-Djarot. Ia juga berharap tak ada ketakutan dalam diri peserta acara untuk memilih Ahok-Djarot.

"Jadi nanti kalau ke bilik suara diam-diam aja, kasih tahu suami bisik-bisik, jangan ngomong-ngomong (pilih Ahok-Djarot). Saya sudah ikhlas kalau meninggal tidak disalatin, nanti ibu-ibu saja yang salatin," kata Djan.

Acara di GOR Ciracas hari ini dihadiri mayoritas perempuan anggota organisasi keagamaan dari PDI Perjuangan, Hanura, PPP, dan NasDem. Selain itu, terlihat juga adanya bendera Barisan Relawan Nusantara (RelaNU).

Rencananya, calon gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama juga hadir di acara tersebut. Namun, sampai saat ini belum ada konfirmasi dan tanda-tanda kehadirannya di GOR Ciracas. (gil)

ARTIKEL TERKAIT
ARTIKEL LAINNYA
0 Komentar