Anggota tim pemenangan bidang data dan informasi, Eva Kusuma Sundari, menyebut kecenderungan bertambahnya dukungan tercermin dari respons positif netizen terhadap Ahok-Djarot pasca debat terakhir. Selain itu, tren dukungan bagi Ahok-Djarot juga disebut mengalami kenaikan sejak putaran pertama Pilkada hingga saat ini.
"Peluang Basuki-Djarot lebih bagus karena masih ada undecided voters yang signifikan, hampir 6 persen, yang di putaran pertama cenderung ke Badja (Basuki-Djarot)," ujar Eva kepada CNNIndonesia.com, Jumat (14/4).
Lihat juga:Ahok Menumpuk Janji di Gang Potlot |
Kampanye melalui media sosial juga diklaim sangat berpengaruh mendongkrak elektabilitas Ahok-Djarot. Selain itu, kata Eva, pencitraan Ahok yang tenang dan menawan juga berpengaruh pada tren kenaikan elektabilitas pasnagan calon petahana itu.
"Kampanye darat akan diintensifkan hingga hari tenang. Sedangkan pada hari tenang untuk pertemuan-pertemuan internal, untuk pengawasan pra dan pasca pencoblosan," ujarnya.
Prediksi elektabilitas pada kampanye putaran dua yang dilakukan oleh lembaga survei di luar tim pasangan calon sejauh ini mengunggulkan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Berdasarkan hasil survei yang dirilis SMRC dan LSI Denny JA kemarin, Anies-Sandi berada di posisi yang unggul tipis di atas Ahok-Djarot.