Presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengakui bahwa Indonesia saat ini belum bisa dikatakan sebagai negara maju. Namun SBY masih memiliki keyakinan bahwa negara yang pernah dipimpinnya akan menjadi negara maju.
"Kita itu harus memiliki cita-cita, jangan menjadi orang yang pesimis ataupun skeptis melainkan harus optimis," kata SBY saat ditemui di Depok, Kamis (20/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 2030, Indonesia akan memasuki masa emerging economy dan dilanjutkan pada 2045, Indonesia memasuki fase strong nation, dan akhir abad 21 Indonesia akan menjadi negara maju.
"Kita sekarang terus dan masih bertransformasi, jika berjalan dengan baik maka hasilnya pasti ada," ujarnya.
Meski begitu, SBY mengakui tidak mudah untuk mendapatkan predikat negara maju tersebut. SBY menganalogikan dengan istilah tidak ada yang gratis dan tidak ada satu hal baik yang bisa jatuh begitu saja dari langit.
Beberapa aspek yang harus dilalui agar semua bisa dilalui dengan baik. Pertama adalah transformasi yang Indonesia lakukan janganlah hanya setengah-setengah melainkan harus berhasil.
Selain itu, kerja keras menjadi salah satu pra syarat utama. Serta satu hal yang tak kalah penting adalah pemimpin Indonesia di masa depan harus bisa menyatukan bangsa Indonesia.
"Pemimpin harus memiliki visi, kecakapan, dan kekuatan agar bisa melihat masa depan untuk menyatukan semua," kata SBY. (rdk)