Namun tidak semua masker efektif untuk mengurangi dampak kesehatan. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mengatakan ada satu jenis masker yang efektif untuk menghindarkan masyarakat dari penyakit infeksi saluran pernapasan akut akibat kabut asap.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kabut asapnya sangat pekat maka gunakanlah handuk basah, itu rekomendasi kesehatan," katanya.
Jika sudah terlanjut mengidap penyakit, Willem mengingatkan agar masyarakat langsung mengambil tindakan pengobatan.
"Jika merasa tidak enak di tenggorokan maka harus berobat, jangan malas berobat," kata Willem.
Sementara untuk rencana evakuasi, Willem menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk melakukan hal itu. Menurutnya, keputusan melakukan evakuasi ada di tangan pemerintah daerah setempat.
Bagi Willem, evakuasi warga pun tidak mungkin dilakukan terhadap seluruh warga. Maka dari itu, seandainya ada evakuasi pasti yang diutamakan adalah kelompok rentan.
"Misalnya balita, perempuan hamil, atau lansia, terutama yang menderita asma atau alergi," katanya.
Sebelumnya, sejumlah kepala daerah yang wilayahnya terkena kabut asap mengadakan rapat bersama Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Luhut Pandjaitan. Mereka sepakat untuk membuat kanal blok sebagai upaya memadamkan asap.
"Kemarin kunjungan presiden ke Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. presiden memerintahkan membuat blocking kanal itu ternyata berhasil. Itu akan kami jadikan model," kata Luhut di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (30/9). (utd)