Namun ada yang lain dengan sosok kelahiran Pekalongan, 6 September 1983 ini. Sebab beragam informasi menyebutkan ia adalah bagian dari jaringan atau terafiliasi dengan Abdullah Sunata, lelaki kelahiran Jakarta yang ditangkap Detasemen Khusus 88 di Klaten Jawa Tengah, 2011. Saat itu dia diduga ikut mnyembunyikan buronan Noordin M Top serta terlibat dalam beberapa aktivitas teror.
Sumber CNNIndonesia.com mengatakan, Bahrun Naim berangkat ke Suriah untuk bergabung dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) pada 2014. Awalnya ia bergabung dalam sebuah kelompok pendukung ISIS di Solo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petang tadi, nama Bahrun disebut oleh Kepala Kepolisian Daerah Metro DKI Jakarta Inspektur Jenderal Tito Karnavian. Sebagai satu nama yang diyakini sebagai otak dari serangan mematikan di pusat Jakarta.
Penguatan lain dilontarkan Wakil Kepala Kepolisian Komisaris Jenderal Budi Gunawan. Menurut Budi, pihaknya sudah mendeteksi ada komunikasi kelompok Suriah dan kelompok Solo yang dipimpin Abu Jundi. Kelompok ini katanya sudah membuat persiapan dengan anak-anak sel untuk melakukan serangkaian peledakan bom.
“Yang seharusnya dimainkan pada malam Tahun Baru. Tapi karena kita bisa antisipasi, kami bisa tangkap lebih dulu,” kata dia.
Kamis menjelang siang, sebuah rentetan serangan berupa ledakan dan tembakan meletus di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat. Puluhan orang menjadi korban, dan dua di antaranya meninggal. Lima orang pelaku tewas di tempat. (rdk)