Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) M. Firmansyah mengatakan kapal PKR merupakan pesanan Kementerian Pertahanan RI. Ia menjelaskan bahwa kapal canggih kelas Frigate yang dibangun PT PAL bekerja sama dengan perusahaan kapal DSNS Belanda melalui transfer teknologi.
Kapal SSV kelas Lloyd Register ini merupakan kapal canggih karya mandiri anak bangsa yang juga dipesan Kementerian Pertahanan Filipina.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait kecanggihan, Firmansyah menyebut Kapal PKR-1 yang memiliki panjang 105.11 meter, lebar 14.2 meter, dan kecepatan 28 knot mampu berlayar selama 20 hari pada kecepatan 14 knot.
Kapal SSV merupakan pengembangan kapal pengangkut Landing Platform Dock (LPD) yang didesain memiliki panjang 123 meter, lebar 21,8 meter, dan kecepatan 16 knot dengan ketahanan berlayar selama 30 hari di laut lepas.
Selain meluncurkan dua kapal perang tersebut, PT PAL juga melakukan peletak]kan lunas untuk kapal SSV-2 dan pemberian nama SSV-1 oleh Menteri Pertahanan Filipina dengan nama Tarlac.
"Filipina memesan dua unit kapal perang Landing Platform Deck (LPD) jenis SSV kepada Indonesia. Pada saat ini dilakukan peluncuran kapal pertama, sekaligus dilakukan peletakan lunas pesanan tahap kedua," kata Firmansyah.
Peluncuran tersebut dihadiri Menko Maritim Rizal Ramli, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Komisi VI DPR RI, perwakilan pejabat TNI Angkatan Laut, dan Kementerian Pertahanan Filipina. (antara)