DPP GP Ansor, kata dia, sudah mengirimkan surat kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Kapolri, perihal temuan buku tersebut dan memintanya untuk menarik buku-buku tersebut dari peredaran.
"Kami sudah mengirimkan surat ke Mendikbud dan Kapolri, pada Selasa kemarin," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini dapat disebut menanamkan benih-benih radikalisme sejak usia dini. Ini dapat membahayakan masa depan anak," katanya.
Namun, di antara susunan kata-kata dalam buku tersebut, kata dia, ada kata-kata yang mengandung ajaran radikalisme yang dapat membahayakan.
"Apalagi, bagi anak-anak usia TK," katanya.
Pada jilid empat, ada kata-kata, "mu-na-fik", "bom", dan "ha-ti ha-ti man-haj ba-til".
Pada judul ketiga, kata dia, banyak kata-kata yang mengandung ajaran radikalisme, seperti, "ge-ga-na a-da di-ma-na", "re-la ma-ti de-mi a-ga-ma", "ki-ta se-mu-a be-la a-ga-ma", "ba-zo-ka di-ba-wa la-ri", dan "ha-ti ha-ti zo-na ba-ha-ya".
Buku tersebut kata Rohman ditulis dan diterbitkan oleh penerbit Pusaka Amanah yang beralamat di Jalan Cakra, Surakarta. Buku diterbitkan pertama kali yakni cetakan pertama tahun 1999 dan diterbitkan terbaru cetakan ke 160 pada 2015. (antara)