Di hadapan sekitar 600 mahasiswa dan 80 orang Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Indonesia, Gatot menekankan arti filosofi Bhineka Tunggal Ika sebagai modal generasi muda menangkal upaya-upaya yang mengancam kesatuan negara.
“Mahasiswa kalau melaksanakan demo harus gunakan akal pikiran dan hati nurani serta harus cek benar secara jelas, apa yang didemokan harus mempunyai solusi agar bangsa lebih baik. Silahkan demo, tapi jangan sampai demo dikendalikan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” ujar Gatot di Gelanggang mahasiswa Universitas Trisakti, Jakarta Barat, kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini sebagai perwujudan hak dan tanggung jawab berdemokrasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Mengutip Presiden Indonesia pertama Soekarno, ia mengamini lebih mudah berjuang mengusir penjajah ketimbang harus melawan bangsa sendiri yang gemar menghasut, memprovokasi, dan mengadu domba masyarakat. (gen)