Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan, polisi akan menyelidiki apakah ada pihak yang menyuruh anak-anak menyerukan kata yang kurang pantas itu.
"Semuanya kami cari untuk mendapatkan itu," kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (26/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam video itu anak-anak berteriak dan bernyanyi dengan kalimat yang mengandung kekerasan. Mereka menyanyikan: “bunuh, bunuh si Ahok sekarang juga”.
Menanggapi video itu, Koordinator Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji mengaku kahwatir benih-benih kebencian yang muncul dari anak-anak akan menjadikan mereka kelompok radikal baru di masa mendatang.
Ubaid mengatakan pihaknya melihat konten agama Islam di sekolah umum relatif masih mengajarkan hal-hal yang intoleran terhadap warga yang berbeda. Sehingga, jelas dia, ada anggapan bahwa ‘saya muslim’ dan ‘anda kafir.’
Menurut Ubaid, anak-anak tersebut dikhawatirkan akan tumbuh dengan memusuhi kelompok yang berbeda dengan dirinya sebagai orang Islam.
"Mereka akan memusuhi yang lain,” kata Ubaid.