Kehadiran gelandang sentral itu tak lepas dari peran sang pelatih, Paulo Camargo. Keduanya memang diketahui memiliki hubungan harmonis saat berada di Persibo Bojonegoro empat tahun silam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalaupun marah dia tidak langsung bicara di depan banyak orang. Tapi, dia panggil untuk diskusi empat mata. Pendekatan psikologisnya bagus dan itu yang saya suka."
"Dia bisa bikin variasi taktik tergantung lawan yang di hadapi. Makanya dia suka pilih pemain yang bisa masuk dengan beberapa skema. Jadi instruksi bisa berubah-ubah untuk memenangkan setiap pertandingan," urai Nasyrov yang fasih berbahasa Indonesia.
Pemain impor berusia 33 tahun itu bukan muka baru di kancah sepak bola Indonesia. Ia pernah merumput bersama Persik Kediri pada medio 2009-2011, sebelum memperkuat Persibo pada 2011-2012.
Nasyrov juga pernah membela Barito Putera pada rentang waktu yang berbeda, yakni musim 2012 dan 2014. Terakhir, ia bermain di Liga Super Turkmenistan 2015 bersama FC Energetik Mary sebelum akhirnya menerima tawaran Persija.
"Jujur, saya sangat rindu main di Indonesia dan bertemu dengan pemain dan pelatih yang saya kenal serta makanannya juga. Apalagi, Persija adalah tim besar dengan suporter besar seperti Jak Mania. Jadi langsung saya terima," ujar penikmat bebek goreng khas sambal Indonesia itu. (kid)