Tepat sebelum Hinayah dipanggil untuk pengalungan medali, Herman dibopong seorang laki-laki. Kakinya tampak lemas hampir tidak bisa berjalan, seperti hampir pingsan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan tersebut mengaku tegang dan gugup menyaksikan anaknya bertanding.
Herman (kanan) menangis karena perjuangan Muhammad Hinayah selama ini berbuah medali emas Asian Games 2018. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama) |
"Hinayah itu sampai setop kuliah [di] Politeknik Sriwijaya. Pesan saya kepada anak untuk berjuang di Asian Games adalah tetap ibadah. Sekarang dia sudah menang, saya senang," katanya.
Melihat kedatangan sang ayah, Hinayah berusaha tegar dan menahan tangis. Ia membenarkan pekerjaan Herman yang sehari-hari kuli bangunan.
"Kadang serabutan. Saya sangat terima kasih terhadap beliau atas kedatangannya, dan medali ini hadiah untuk mereka semua yang mendukung saya," ucap Hinayah, atlet asal Sumatera Selatan tersebut.
Meraih medali emas, Hinayah akan mendapat rumah dan beasiswa dari Provinsi Sumatera Selatan. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama) |
Bonus Rumah dan Beasiswa
Atas prestasi Hinayah, Gubernur Provinsi Sumatera Selatan Alex Noerdin cepat tanggap memberikan hadiah. Rencananya, atlet 22 tahun itu bakal diberi rumah dan beasiswa.
"Sekarang dia jadi juara Asian Games 2018, bonus dari pemerintah provinsi: Satu rumah untuk Hinayah. Rumahnya akan segera diberikan," ujar Alex.
"Kalau dia mau sekolah atau kuliah lagi, kami biayai. Terserah mau di Sekayu atau Palembang," ujarnya melanjutkan.
"Ya, saya setahun meninggalkan kuliah. Diberikan cuti, pihak kampus juga sangat mendukung," ucapnya. (sry/jun)
Herman (kanan) menangis karena perjuangan Muhammad Hinayah selama ini berbuah medali emas Asian Games 2018. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
Meraih medali emas, Hinayah akan mendapat rumah dan beasiswa dari Provinsi Sumatera Selatan. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)