Dominasi medali Indonesia dikhawatirkan bakal mempersulit pencak silat untuk kembali dipertandingkan di ajang multi-cabang selanjutnya. Termasuk mewujudkan keinginan cabor asli Indonesia ini untuk tampil di Olimpiade 2020 Tokyo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sugianto menolak anggapan Indonesia juara umum pencak silat karena jadi tuan rumah. Semua prestasi yang diraih pesilat Merah Putih terwujud berkat latihan dan kerja keras yang dilakoni selama ini.
Sugianto menjadi peraih emas pertama Indonesia untuk hari ini. (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
Sugianto juga menyayangkan jika ada yang menyebut pencak silat sepi dari penonton. Hal itu dibuktikan dengan tiket yang ludes terjual di hari ketiga penyelenggaraan di Asian Games 2018.
"Saya juga sangat menyayangkan ucapan salah satu komentator di stasiun televisi yang bilang pencak silat sepi," ucap Sugianto.
Pesilat asal Thailand Ilyas Abad yang meraih perak di nomor seni tunggal putra mengungkapkan kegembiraannya lantaran bisa mendapatkan prestasi gemilang di Asian Games kali ini. Selama delapan bulan masa persiapan, Ilyas juga dipegang pelatih asal Indonesia.
Sugianto menilai persaingan di cabor pencak silat sudah makin merata. (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
"Kalau untuk tarung, harus lebih adil jurinya. Mana yang seharusnya poin, mana yang tidak. Sebenarnya tidak (khawatir), semua tergantung tuan rumah, kalau ada pencak silat pasti dimainkan, kalau (tuan rumah) tidak (punya atlet pencak silat), mungkin tidak dimainkan," terang Ilyas.
Lihat juga:Lembar Terakhir Liliyana Natsir |
"Bukan mengakui, silat berasal dari Indonesia, budaya asli Indonesia. Sejak kecil mereka belajar pencak silat. Teknik 50:50 tapi sekarang di venue pertandingan itu juga menentukan mental, dari banyak aspek," ujar Ilyas. (har)
Sugianto menjadi peraih emas pertama Indonesia untuk hari ini. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Sugianto menilai persaingan di cabor pencak silat sudah makin merata. (CNN Indonesia/Hesti Rika)