Agus mengaku khawatir jika kontrak politik ditandatangani per wilayah akan membuat penyelesaian dan solusinya tak komprehensif.
"Kontrak politik dilakukan untuk seluruh warga, tak bisa terpisah. Itu pendapat saya dan saya yakin karena solusi dicari secara komprehensif bukan terpisah-pisah," kata Agus di Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (13/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bukan orang yang senang mengobral janji, dan saya meyakini kontrak itu (ada) ketika dia seorang gubernur disumpah dan dilantik," kata Agus.
"Kontrak politik ini sebuah bukti bahwa kita bersedia membawa aspirasinya (warga)," kata Anies di Kantor DPP Partai Gerindra, Selasa (11/10) malam.
Anies memang sempat beberapa kali menandatangani kontrak politik saat melakukan safari politik.
Yang cukup mendapat sorotan adalah saat Anies menandatangani kontrak politik dengan warga Tanah Merah, Rawa Badak, Jakarta Utara, pada Minggu (2/10). Salah satu poin dalam kontrak politik itu adalah janji untuk melegalisasi kampung yang dianggap ilegal.
(wis/sur)