"Bu Dian adalah calon pengganti saya. Calon CEO. Kapan ini terjadi? Tunggu saya tanggal mainnya," ujar Hasnul dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (7/1).
Saat ini, Dian menjabat sebagai wakil presiden direktur XL Axiata setelah disetujui oleh para investor dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) di Jakarta pada Rabu (7/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasnul juga mendorong Dian untuk berkiprah di pasar luar Indonesia. Sejak Juni 2014, Dian menjabat sebagai Group Chief of Marketing and Operation Officer di Axiata untuk memimpin anak usaha Axiata di beberapa negara Asia.
Dian mengatakan, selama enam bulan di Axiata ia memelajari pasar telekomunikasi di Malaysia, Kamboja, Sri Langka, Bangladesh, dan Singapura. "Dalam seminggu, saya menjalani penerbangan sebanyak tiga kali untuk mengunjungi negara-negara tersebut," ujarnya.
Ia mengatakan bakal fokus pada upaya digitalisasi layanan XL. Saat ini, menurut Dia, kebutuhan konsumen mengarah pada layanan digital, termasuk pembelian (konten, pulsa, dan barang) secara online hingga layanan pelanggan secara online.
Ia juga ditantang untuk meningkatkan pendapatan perusahaan di tengah margin keuntungan yang tipis. Terlebih, liabilitas XL hingga September 2014 sebesar Rp 43,91 triliun dan total ekuitas Rp 13,96.
Dian memulai karier di industri telekomunikasi sejak 1991 di bidang teknis. Ia bergabung dengan XL pada 1996. Di tahun 2007 Dian dipercaya sebagai Direktur Jaringan lalu tahun 2011 menjabat sebagai Direktur Layanan Digital hingga Juni 2013.
(eno)