"Ya, kami sedang berlakukan pengurangan karyawan," tulis Krzanich dalam memo internal, sebagaimana dilaporkan media The Oregonian yang dikutip situs Business Insider.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang jelas, ia menekankan rencana Intel sampai akhir tahun ini yakni tetap menjaga jumlah karyawan agar tetap sama dengan awal tahun 2015.
Intel tengah diguncang oleh bisnis PC yang sedang menurun akibat pasar komputer yang semakin menyusut secara keseluruhan. Sementara itu divisi prosesor ponsel Intel juga dilaporkan mengalami kerugian lebih dari US$ 4 miliar tahun lalu atau setara Rp 53 triliun.
Ini bukan pertama kalinya Intel merumahkan karyawan secara besar-besaran. Dalam laporan tahunan 2014 kemarin, Intel mengatakan ada sekitar 3.700 karyawan yang terkena dampak PHK. (tyo/tyo)