10 Hal yang Perlu Diketahui soal Pluto
Hani Nur Fajrina | CNN Indonesia
Selasa, 14 Jul 2015 16:05 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Pesawat antariksa nirawak New Horizons milik NASA sebentar lagi bakal berada di lintasan terdekatnya dengan Pluto. Penjelajahan ini dianggap sangat fenomenal karena perjalanan New Horizons menuju Pluto sangat panjang, yakni sembilan setengah tahun. Ia juga menjadi pesawat antariksa pertama yang memelajari Pluto.
Sebelum bergerak lebih jauh menuju planet kerdil, kantor berita CNN merangkum 10 fakta penting yang perlu diketahui soal Pluto. (Baca: Fakta-fakta tentang Pluto yang Ternyata Salah)
1. Di mana letak Pluto?
Pluto terletak sekitar 5,8 miliar kilometer dari Matahari. Ia bersemayam di Sabuk Kuiper. Sabuk Kuiper atau Kuiper Belt adalah area yang melampaui Neptunus di mana ribuan objek kecil dan dingin mengorbit.
Walau begitu, para ahli astronomi meyakini Pluto tidak berada di ujung sistem tata surya karena mereka menganggap masih ada ribuan 'dunia' lain di luar Pluto di dalam Sabuk Kuiper.
2. Siapa penemu Pluto?
Awalnya Pluto diberi nama Planet X oleh Percival Lowell. Lowell adalah pendiri Lowell Observatory di Flagstaff, Arizona. Kala itu, ia yakin bahwa memang ada sebuah planet yang lebih jauh dari Neptunus. Sayang, ia meninggal dunia pada 1916 tanpa melanjutkan misi penemuan Planet X.
Astronom muda, Clyde Tombaugh dari Kansas, direkrut oleh observatorium Lowell untuk melanjutkan penemuan Planet X dan berhasil menemukannya pada 18 Februari 1930.
Sebelum bergerak lebih jauh menuju planet kerdil, kantor berita CNN merangkum 10 fakta penting yang perlu diketahui soal Pluto. (Baca: Fakta-fakta tentang Pluto yang Ternyata Salah)
1. Di mana letak Pluto?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walau begitu, para ahli astronomi meyakini Pluto tidak berada di ujung sistem tata surya karena mereka menganggap masih ada ribuan 'dunia' lain di luar Pluto di dalam Sabuk Kuiper.
Awalnya Pluto diberi nama Planet X oleh Percival Lowell. Lowell adalah pendiri Lowell Observatory di Flagstaff, Arizona. Kala itu, ia yakin bahwa memang ada sebuah planet yang lebih jauh dari Neptunus. Sayang, ia meninggal dunia pada 1916 tanpa melanjutkan misi penemuan Planet X.
Astronom muda, Clyde Tombaugh dari Kansas, direkrut oleh observatorium Lowell untuk melanjutkan penemuan Planet X dan berhasil menemukannya pada 18 Februari 1930.
Asal-usul Nama, Ukuran, dan Bulan di Pluto
BACA HALAMAN BERIKUTNYA