Hal ini diungkap untuk menunjukkan bahwa bukan hanya Facebook yang melakukan teknik pengumpulan data pengguna. Dalam tulisan di blog miliknya, Facebook juga menyebut bahwa perusahaan seperti Google, Twitter, Pinterest, dan LinkedIn juga mengumpulkan data pengguna seperti yang dilakukan perusahaannya.
Baser menjelaskan bahwa Facebook memiliki sejumlah plugin. Plugin ini salah satunya berupa tombol like yang ditaruh di sebuah tulisan blog misalnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada juga plugin untuk layanan Facebook Analytics dan layanan pengukuran iklan di Facebook.
Namun, David Baser, Direktur Manajemen Produk Facebook mengungkap bukan hanya Facebook yang menggunakan taktik ini.
"Twitter, Pinterest, dan Linkedln, semua memiliki tombol 'Like' dan 'Share' untuk memudahkan membagikan konten di dalam layanan itu," tulis Baser.
Facebook mengklaim, jika pengguna menggunakan aplikasi yang memiliki layanan yang serupa, maka secara tidak langsung mereka juga mengumpulkan data Anda juga.
Dengan demikian mereka mengumpulkan data pengguna agar bisa memberikan layanan iklan bertarget. Cara monetisasi (memperoleh pendapatan) yang serupa dengan Facebook.
"Google memiliki layanan analitik yang populer. Amazon, Google dan Twitter menawarkan akunnya untuk dapat digunakan untuk masuk ke sebuah situs web atau aplikasi tertentu, semuanya sama-sama menawarkan layanan iklan di platform-nya," imbuhnya lagi. (btg/eks)