Tim Facebook juga dikabarkan tertarik dengan cara tim kampanye Trump dalam melakukan kampanye lewat iklan di Facebook. Facebook bahkan memasukkan kampanye Trump dalam daftar yang mungkin akan diundang ke kantor Facebook. Undangan ini dimaksudkan untuk melakukan tukar pikiran untuk meningkatkan strategi iklan di platformnya.
Meski pada akhirnya, Facebook tidak mengundang siapapun dari tim kampanye Trump maupun Hillary. Hal ini diungkap berdasarkan sumber dan dokumen yang didapat oleh BuzzFeed. Saat dikonfirmasi, Facebook menolak untuk memberi komentar. Gedung Putih pun tak memberi respon saat dihubungi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perusahaan teknologi itu juga menyebut bahwa Trump berhasil menggunakan platform Facebook dengan sangat baik untuk mendapatkan pengaruh. Namun, Facebook enggan untuk mengakui secara terbuka mengenai hal ini.
Memo tersebut juga mengindikasikan agar Facebook belajar untuk memperbaiki model pemasaran berdasarkan kampanye Trump, "Tes, Pelajari, Adaptasi".
Facebook sendiri memperbolehkan pengumpulan data pengguna semacam ini. Meski belakangan menyebut bahwa pihaknya sudah mulai menertibkan pengumpulan data pengguna sejak 2014. Data pengguna ini lantas dipakai untuk merancang iklan kampanye Trump di Facebook kepada warga AS. (eks)