Belajar Tanaman di Kubah Raksasa Singapura

CNN Indonesia
Selasa, 03 Nov 2015 14:58 WIB
Ke Singapura jangan hanya berbelanja. Ada sejumlah spot menarik untuk tempat belajar. Salah satunya di Gardens by The Bay. Ini kisahnya.
Pintu masuk ke Gardens by The Bay di Singapura. (CNN Indonesia/Deddy Sinaga)
Singapura Singapore, CNN Indonesia -- Berjalan-jalan ke Singapura sebenarnya tak cuma untuk berbelanja lho. Ada sejumlah spot menarik di kota itu yang membuat kita mendapat ilmu. Salah satunya adalah Gardens by The Bay, yang berdiri di Marina Bay, dan mulai beroperasi pada 2012 lalu.

Total luas taman yang dibangun indoor dan outdoor ini adalah 101 hektare, berdiri di lahan hasil reklamasi. Ia terdiri dari tiga wahana utama, yaitu Bay South Garden, Bay East Garden, dan Bay Central Garden.

Salah satu jenis krisan di Gardens by The Bay (CNN Indonesia/Deddy Sinaga)
Apa sih yang bisa kita pelajari di taman ini. Banyak! Terutama bagi mereka yang ingin melihat dan mempelajari tanaman-tanaman yang berasal dari belahan bumi lain. Meski Singapura beriklim tropis, dengan teknologi tertentu taman ini bisa ditanami tumbuhan dari negara dengan iklim berbeda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Contohnya di Flower Dome, kubah kaca raksasa berisi ribuan spesies tanaman dari berbagai belahan dunia. Untuk menjaga iklimnya tak mematikan tanaman, temperatur di kubah setinggi 38 meter ini dijaga tetap pada suhu 23-25 derajat Celcius pada siang hari, dan lebih dingin lagi pada malam hari. Di dalamnya ada tanaman dari kawasan Mediterania dan kawasan sub-tropis lainnya, seperti Australia, Amerika Selatan, dan Afrika Selatan.

Apa saja tanaman yang menarik di sana? Sebenarnya semuanya menarik, terutama karena asalnya dari negara-negara yang belum tentu pernah kita kunjungi. “Dengan ke sini, kalian seperti mengunjungi beberapa negara sekaligus,” kata Eddie Sim, pemandu kami.

Pada kunjungan saya, Senin (2/11) kemarin, sedang dipamerkan berbagai tanaman krisan (Chrysanthemum) dari berbagai negara. Warna-warnanya beragam sehingga suasananya sangat semarak.

Di dalam kubah ada tanaman yang tergolong spesies tanaman tertua di dunia, bernama Cycad. Fosil tertua dari tanaman ini ada yang berusia 280 juta tahun.

Di kubah ini ada wahana bernama Cloud Forest. ”Yang meniru pegunungan tropis berketinggian 1.000-3.300 meter di atas permukaan,” kata Uncle Eddie, begitu pemandu kami akrab dipanggil. Pria separuh baya ini sangat bersemangat bercerita mengenai segala isi kubah tersebut. Hanya dia menyayangkan kunjungan yang hanya beberapa jam saja. “Kembali lagilah ke sini, biar lebih puas.”

Salah satu naphentes. (CNN Indonesia/Deddy Sinaga)
Di puncak Cloud Forest ini ada tanaman naphentes yang beberapa spesiesnya endemik di Indonesia lho. Di Indonesia, salah satu spesies tanaman ini dikenal juga dengan nama Kantong Semar. Ini adalah tanaman karnivora, tanaman yang bisa makan serangga yang terperangkap di dalamnya.

Sementara di luar kubah ada beberapa Supertrees Grove, struktur seperti pohon dengan ketinggian antara 25-50 meter. Ini adalah wujud lain taman vertikal. Beberapa tanaman eksotis ditanam di sana. Seperti anggrek-anggrek langka dan bromeliad, sejenis tanaman seperti nenas. Add as a preferred
source on Google