Jika iya, mungkin benar jika UNESCO menyebut minat literacy orang Indonesia hanya berskala 0,0001. Tandanya hanya 1 dari 1000 orang yang mau membaca dan juga menulis.
Membaca dan menulis sepertinya bukan kesulitan bagi banyak orang. Tapi itu tak serta merta melahirkan minat dan keinginan menyempatkan waktu untuk menulis dan membaca.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peneliti menjawab bahwa keaksaraan layaknya seperti otot. Semakin sering dilatih maka ia akan semakin terampil dan berkembang. Jika tidak dilatih, sama halnya seperti otot ia akan layu, lemas hingga pada akhirnya tidak berfungsi. Sekarang, apakah kamu ingin melatihnya atau membiarkannya layu dan mati.
Banyak penulis memulai karirnya lewat menceritakan apa yang mereka alami selama sekolah, dan akhirnya menjadi maha karya seperti kisah Andrea Hirata. Tetapi kamu tidak harus bermuluk-muluk menjadi seorang penulis sukses seperti Raditya Dika dan juga Andrea Hirata. Banyak membaca sudah membuat dirimu naik level dari orang yang sama sekali tidak membaca.
Untuk itu pertanyaannya akan berganti, sudah bersediakah kamu mulai membaca dan menulis?
Selamat Hari Buku. (ded/ded)