Perkenalkan, 5 Pemuda yang Terpilih jadi Partner Microsoft

Pernita Hestin, CNN Indonesia | Rabu, 21/12/2016 14:38 WIB
Microsoft punya program bernama Microsoft Student Partner (MSP). Kenalan yuk dengan 5 dari antara mereka. Microsoft Student Partner dari Indonesia. Dari kiri ke kanan: Jevon, Bhumyaka, (Pak Farhan), Luthfan, Keiko, dan Jonathan. (Dok.pribadi/keiko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Microsoft punya program bernama Microsoft Student Partner (MSP). Beberapa waktu lalu, CNN Student berkenalan dengan 5 dari mereka. Kelimanya adalah mahasiswa dari Universitas Bina Nusantara.

MSP ini sudah digelar Microsoft di seluruh dunia sejak 2001 lalu lho. Alumninya sudah banyak sekali. Mereka ini dilatih oleh Microsoft untuk jadi pemimpin maupun ahli di bidang teknologi di masa depan.

Nah, bagaimana cerita mereka? Simak yuk kisahnya:
 
1. Charista Keiko


Ia akrab disapa Keiko. Mahasiswi Sistem Informasi ini mulai bergabung menjadi MSP pada 4 Oktober 2016 lalu. Ia bercerita, proses seleksi yang dilewatinya cukup panjang, karena dimulai sejak bulan Februari.

Mahasiswi kelahiran Jakarta, 26 Juni 1995 ini, menuturkan bahwa ia mengikuti MSP karena ingin membangun koneksi, karier, serta mengevaluasi kemampuan diri. “Pengalaman atau event yang saya lakukan baru acara Hour of Code kemarin yang diadakan oleh Microsoft bekerja sama dengan Clevio dan YCAB.” Ujarnya.

Di acara itu ia menjadi seorang co-trainer dan ikut membantu para peserta Hour of Code, dan membagi pengetahuan coding yang dimilikinya. Selain pengalaman membantu event Microsoft, ia juga menuturkan bahwa pengalamannya menjadi MSP ini dapat membangun koneksi dan melatihnya menghadapi dunia kerja nanti, selain itu berinteraksi dengan orang lain di berbagai profesi.  

Ia bercerita bagaimana cara memulai menjadi seorang MSP. Calon MSP harus mempunya semangat dan impian untuk mulai membangun karier dari sekarang. “Harus termotivasi untuk mencoba menjadi MSP walaupun terlihat berat dan tidak mungkin, tetap usaha dan tidak putus asa. Percaya bahwa tidak perlu memiliki basic skill coding yang kuat, tetapi yang perlu dikuatkan itu adalah kemauan untuk belajarnya. Karena secara pribadi pada awal saya apply MSP saya merasa sangat tidak mungkin masuk karena saya merasa tidak jago coding dibanding cowok-cowok, persaingan yang banyak, dan seleksi yang berat serta memakan waktu cukup banyak, padahal tugas kuliah menumpuk,” katanya.

Keiko juga merupakan mahasiwi berprestasi di bidangnya. Dia mendevelop games yang di-upload ke Windows Store. Dia juga pernah memenangkan Student Pass Tech in Asia Jakarta 2015, pada lomba Business Plan di Binus Festival ia pun menyabet juara, dalam lomba ini ia membuat purwarupa aplikasi mobile.

2. Bhumyamka Yala Saputra

Bhumyamka lahir di Kediri, 1 Mei 1996. Dia adalah mahasiswa jurusan Sistem Informasi. Ia mengikuti MSP dari bulan Oktober 2016, dimana ia dan rekan-rekannya menjadi  duta teknolgi Microsoft di kampus.

Selain mengikuti kegiatan MSP ini, ia juga bergabung dalam program Microsoft lainnya, yaitu BizPark. Program ini mendukung penuh entrepreneur muda yang memiliki perusahaan startup baru.

Nah, Bhumyaka juga mempunyai startup yang ia kembangkan dengan temannya dari SMK Telkom Malang. Mereka mendirikan Myria Technology. Saat kamu menemukan aplikasi Dialr PRO dan Pustaka Syiah, merekalah yang membuatnya.

Ia juga tengah mengembangkan aplikasi untuk internal Bank Mandiri cabang Kediri, dan mobile POS untuk retail UKM, yang nantinya ada dua versi, versi online dan offline.

Selain itu, Bhumyamka juga pernah menyabet Juara 3 SantraMagz kategori Inovasi & Kreativitas. Ia juga aktif di beberapa kegiatan. “Saya mengikuti event HoC (Hour of Code) 2016, selain itu saya mengikuti beberapa event seperti Azure Workshop, Statup Connect, Cyber Security & Hacking, dan lain-lain,” katanya.

Ia juga menuturkan harapannya mengembangkan startup yang ia dirikan bersama rekannya. “Saya ingin lebih banyak menghasilkan solusi untuk bangsa Indonesia yang lebih baik,” ujarnya.

3. Jonathan Djuwandi

Jonathan merupakan mahasiwa jurusan Ilmu Komputer di Universitas Bina Nusantara. Ia mengaku iseng saja saat mengikuti rekrutmen MSP. “Di tengah jalan program open recruitment, saya sadar kesempatan ini jarang datang dua kali. Akhirnya ya baru deh saya bulatkan tekad sampai keterima,” ujarnya.

Ia bergabung di MSP pada 2016 ini. Acara Hour of Code kemarin merupakan event pertamanya. Mahasiswa kelahiran Jakarta 18 Februari 1997 ini juga menuturkan, bekerja di perusahaan Microsoft merupakan impiannya. Mudah-mudahan didengar Microsoft ya.

4. Luthfan Oktitama

Satu suara dengan Jonathan, awalnya ia mengikuti program MSP hanya iseng saja. Namun, setelah mengikuti program ini ia merasa hal ini sangat bermanfaat bagi studi dan kariernya nanti.

“Saya rasa kegiatan-kegiatan yang telah saya ikuti ini cukup untuk menunjang studi dan rencana karier saya ke depan, karena di sini kita tidak hanya diajarkan hardskill aja tapi softskill juga,” katanya. “Bahkan, seharusnya seorang MSP diminta untuk mengkuti lomba-lomba yang di-provide oleh Microsoft, seperti Imagine Cup,” ujar mahasiswa jurusan Ilmu Komputer ini.

Luthfan sudah menjadi anggota MSP selama kurang lebih 1,5 tahun, sejak Juni 2015. Workshop pemanfaatan Office365 untuk bapak dan ibu guru SMP se-Indonesia join with Microsoft Education Team, co-trainer HoC 2015, MSP Bootcamp 2016, co-trainer Microsoft Youthspark 2016, dan co-trainer HoC Microsoft DevFest 2016, adalah beberapa kegiatan yang sudah diikutinya.

Harapannya ke depan, dia ingin bertemu MSP di luar negeri dan sharing mengenai aplikasi yang bisa membantu memecahkan problem masyarakat di seluruh dunia, dan bergabung dengan seluruh MSP Indonesia untuk mengembangkan startup.

5. Jevon Averill

Mahasiswa semester 5 jurusan Ilmu Komputer ini menuturkan motivasinya mengikuti MSP. Itu adalah passion-nya di bidang teknologi. Dia sangat tertarik dengan pemrograman dan ingin mengembangkan sebuah web.

“Saya memiliki cita-cita untuk bisa memimpin dan membimbing generasi selanjutnya yang memiliki minat menjadi software developers,” katanya. “Selain itu, saya ingin belajar lebih tentang teknologi-teknologi dari Microsoft dan ingin sharing my knowledge and experience (become an influencer) yang telah saya dapatkan dari MSP kepada teman-teman di kampus sehingga mereka bisa ikut belajar juga,” ujar mahasiwa kelahiran Medan 3 April 1997 ini.  

Passion-nya dalam bidang teknologi membuatnya pernah menjuarai lomba IBM Linux Challenge 2016 (menjadi pemenang di kategori The Most Promising Solution), selain itu juga ia merupakan peraih beasiswa dari Djarum (Djarum Beasiswa Plus 2016).  

“Pada saat open recruitment MSP berlangsung, pada tahap ketiga yaitu Pimp-Up Your Skill, saya masuk ke Channel 9 milik Microsoft karena aplikasi yang telah saya buat masuk ke dalam top 20 aplikasi terbaik,” katanya.

Mahasiswa yang hobi belajar bahasa asing ini juga menuturkan pesan kepada teman-teman lainnya. “Jangan pernah takut untuk mencoba, kalau belum mencoba mana mungkin kita bisa tahu ke depannya gimana. Harus banyak belajar, mulai dari belajar sendiri sampai minta bantuan orang lain untuk diajar, sisihkan waktu untuk belajar hal-hal yang berguna untuk masa depan kalian.” (ded/ded)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK