6 Golongan dan 8 Nabi yang Ditemui Nabi Muhammad SAW saat Isra Miraj
Peristiwa Isra Miraj merupakan perjalanan luar biasa Nabi Muhammad SAW yang tidak pernah dialami manusia lainnya. Dalam perjalanan tersebut, Rasulullah bertemu dengan beberapa golongan manusia serta nabi-nabi terdahulu.
Lantas, siapa saja yang ditemui Nabi SAW saat perjalanan Isra Miraj?
Isra Miraj merupakan dua perjalanan yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dalam satu malam. Isra adalah perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Baitul Maqdis dengan mengendarai Buraq.
Sementara Miraj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Aqsa menuju Sidratul Muntaha di langit ketujuh. Peristiwa ini disebut-sebut terjadi pada malam 27 Rajab tahun ke-10 kenabian.
Isra Miraj menjadi bukti kekuasaan Allah SWT sekaligus penguat iman Rasulullah SAW di masa-masa sulit dakwah. Melalui peristiwa ini, umat Islam diajak memahami makna shalat dan kedudukan Nabi Muhammad SAW.
Allah SWT menegaskan peristiwa Isra Mi'raj dalam Al Quran Surat Al-Isra ayat 1 sebagai berikut:
سُبۡحَٰنَ ٱلَّذِيٓ أَسۡرَىٰ بِعَبۡدِهِۦ لَيۡلٗا مِّنَ ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِ إِلَى ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡأَقۡصَا ٱلَّذِي بَٰرَكۡنَا حَوۡلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنۡ ءَايَٰتِنَآۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ
Artinya: "Maha Suci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat."
Para ulama menyatakan bahwa perjalanan ini terjadi dalam keadaan sadar, bukan mimpi, dengan ruh dan jasad Rasulullah SAW.
Lihat Juga : |
Golongan yang ditemui Nabi Muhammad SAW saat Isra
Dalam perjalanan Isra, Nabi Muhammad SAW diperlihatkan berbagai golongan manusia sebagai pelajaran dan peringatan bagi umatnya.
Dikutip dari NU Online, golongan-golongan tersebut digambarkan dengan kondisi yang mencerminkan amal perbuatan mereka di dunia, di antaranya:
- Golongan yang gemar bersedekah yang digambarkan dengan panen yang tak pernah berhenti.
- Golongan pemalas shalat fardhu yang mendapatkan siksa kepala pecah lalu kembali utuh berulang kali.
- Golongan pemakan riba yang berenang di sungai darah
- Golongan pezina yang memilih daging busuk dibanding daging segar
- Golongan orang-orang yang enggan bersedekah yang diibaratkan memakan pohon berduri dan batu panas.
- Golongan para perampok, pengumpat, pemfitnah, dan dai yang tidak mengamalkan ucapannya.
Seluruh gambaran ini menjadi peringatan keras agar umat Islam menjauhi perbuatan dosa dan menegakkan ketaatan.
8 Nabi yang ditemui Rasulullah SAW saat Miraj
Pada fase Mi'raj, Rasulullah SAW bertemu dengan delapan nabi terdahulu di tujuh lapis langit. Pertemuan ini sarat dengan pesan spiritual dan penguatan dakwah.
Berikut daftar delapan nabi yang ditemui Rasulullah SAW, mengutip laman Kemenag RI.
- Langit pertama: Nabi Adam AS
- Langit kedua: Nabi Yahya AS dan Nabi Isa AS
- Langit ketiga: Nabi Yusuf AS
- Langit keempat: Nabi Idris AS
- Langit kelima: Nabi Harun AS
- Langit keenam: Nabi Musa AS
- Langit ketujuh: Nabi Ibrahim AS
Setelah melewati tujuh lapis langit, Rasulullah SAW juga mengunjungi Baitul Makmur, tempat 70.000 malaikat setiap hari melakukan thawaf dan tidak pernah kembali lagi.
Pertemuan Rasulullah SAW dengan Allah SWT
Puncak dari Isra Miraj adalah pertemuan langsung Rasulullah SAW dengan Allah SWT di Sidratul Muntaha. Inilah momen paling agung dalam perjalanan tersebut.Dalam pertemuan ini, Nabi Muhammad SAW menerima perintah shalat sebanyak lima puluh waktu dalam sehari semalam.
Atas saran Nabi Musa AS, Rasulullah SAW beberapa kali kembali menghadap Allah SWT hingga akhirnya kewajiban tersebut diringankan menjadi lima waktu.
Rasulullah SAW kemudian menerima ketetapan itu dengan penuh keridaan dan ketundukan kepada Allah SWT. Peristiwa ini menegaskan bahwa shalat adalah ibadah paling utama dan menjadi penghubung langsung antara hamba dan Tuhannya.
Isra Miraj merupakan peristiwa besar yang mengandung banyak hikmah bagi umat Islam. Selain menegaskan kewajiban shalat lima waktu, peristiwa ini juga menjadi bukti kemuliaan Nabi Muhammad SAW serta kasih sayang Allah SWT kepada umat manusia.
Dengan memahami peristiwa Isra Miraj, umat Islam diharapkan memperkuat iman, meningkatkan kualitas shalat, dan menjalani kehidupan dengan penuh ketakwaan.
(gas/fef)